Menu Tutup
ANAK-ANAK DALAM ALKITAB (1)

Banyak orang yakin dengan mitos bahwa alkitab hanya sedikit membahas tentang anak-anak. Artikel ini akan menunjukan bahwa mitos itu salah dan membantu kita untuk menghargai peran dan kehadiran anak-anak dari dalam ayat-ayat alkitab.

Anak-anak di dalam alkitab bukanlah sekedar renungan; kata anak disebutkan 121 kali, dan anak-anak disebutkan 448,  anak laki-lai  disebutkan sebanyak 2700 kali (tidak dihitung dengan Yesus Anak Allah), anak sulung disebut lebih dari 100 kali, anak laki-laki dan anak perempuan disebut 196 kali. Ada juga puluhan cerita tentang dan melibatkan anak-anak. Semua kata yang terkait anak dan keluarga disebutkan sampai dengan 8000 kali.

Di dalam Alkitab memuat banyak sekali ayat-ayat yang memuat tema-tema yang mencakup :

  • Anak-anak di ciptakan dengan martabat
  • Tuhan adalah pelindung bagi anak yatim
  • Anak-anak dapat memahami segala sesuatu tentang Tuhan
  • Tuhan menggunakan anak-anak untuk tugas khusus
  • Hubungan Ayah – anak, analogi untuk hubungan Tuhan dengan kita
  • Anak diciptakan untuk memuji tuhan dan kemuliaan-Nya
  • Aspek yang “Sudah” dan yang “akan datang” tentang kerajaan dan Anak
  • Keharusan untuk “Seperti anak kecil” di dalam pengajaran lahir kembali
  • Ekspektasi tuhan kepada orang tua untuk melatih, mengajar, mencintai dan menghargai anak-anak mereka
  • Komunitas juga mempunyai peranan krusial dalam memelihara kehidupan anak-anak

Salah sastu ayat alkitab yang paling dikenal orang kristen adalah tentang pengajaran Yesus yang menjadikan anak-anak sebagai contoh penghuni surga. Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: “Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?”Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. (Matius 18:1-3)

Anak-anak ditengah kita sering diabaikan. Anak-anak yang ditempatkan ditengah-tengah kita sebagai titik awal. Kebanyakan,  pembaca ayat ini akan melihat ke bagian anak sebagai pengandaian. Bagi gereja-gereja, anak-anak dipandang sebagai bagian dari “Amanat Agung”, dan kita tidak melihat bagaimana banyaknya teologi dan kekristenan terikat, mengilustrasikan, dan hanya memahami sebagian kecil dari “memanggil Anak  kecil dan menempatkannya ditengah-tengah”.

Membaca ayat “memanggil Anak  kecil dan menempatkannya ditengah-tengah”, tergambar bagaimana kita bias dalam mengartikan ayat ini dan aplikasikan dalam gereja bahwa anak menjadi objek dalam pelayanan gereja saja. Sering kali kita menganggap remeh tentang potensi pelayanan anak dan anak-anak sebagai objek pelayanan sekaligus sebagai agen dalam misi gereja.

Pertanyaannya, mengapa kita menganggap remeh bahwa anak-anak tidak bisa ikut serta dalam misi gereja?

Dan Menurut anda bagaimana anak-anak bisa berkontribusi dalam gereja ?

(Obed Nugroho’s story)

Picture of Post oleh: GKKA Sendawar

Post oleh: GKKA Sendawar

Admin Media GKKA Indonesia Jemaat Sendawar

Disclaimer:
Beberapa bagian isi artikel di situs ini mungkin saja berasal dari berbagai sumber terbuka di internet, hak cipta sepenuhnya dimiliki oleh pemilik aslinya. Proses keberatan silahkan hubungi kami untuk penghapusan atau atribusi yang sesuai.

Kolom Komentar!

Berkomentar sesuai Pedoman Kami

Artikel Terbaru

Menemukan Sauh di Tengah Badai, Alarm Kuat untuk Berdiri Teguh

Dunia berguncang oleh perang, krisis, dan bencana. Ini adalah “alarm rohani” untuk berhenti mengandalkan dunia dan kembali pada Kristus. Saatnya koreksi diri: jangan biarkan cemas menenggelamkan iman. Bangkitlah, angkat mukamu, dan jadilah terang di tengah badai. Harapan sejati hanya ada dalam Tuhan

Pancasila dan Iman Kristen, Menjalin Harmoni dalam Keberagaman

Pancasila dan Iman Kristen memiliki titik temu dalam nilai universal. Sila-silanya selaras dengan ajaran kasih, keadilan, dan persatuan dalam Alkitab. Semangat pancasila diperkuat oleh konsep Tubuh Kristus yang berbeda tapi satu. Kita dipanggil menjadi garam & terang, mewujudkan harmoni di Indonesia

Kenaikan Yesus Kristus – Janji, Kuasa, dan Harapan

Hari Kenaikan Yesus Kristus adalah salah satu momen penting dalam kalender kekristenan. Ini bukan hanya sebuah peristiwa sejarah yang mengisahkan bagaimana Yesus terangkat ke surga 40 hari setelah kebangkitan-Nya, melainkan juga menjadi tanda penggenapan janji, pernyataan kuasa, dan peneguhan pengharapan bagi umat percaya di sepanjang zaman.

Kenaikan Yesus Kristus Merupakan Mahkota Harapan dan Kuasa Roh

Kisah Kenaikan Yesus Kristus tercatat jelas di Alkitab. Peristiwa ini bukan akhir, melainkan awal kuasa Roh Kudus, pemuliaan Yesus sebagai Imam Besar kita, dan jaminan kedatangan-Nya kembali. Renungan ini akan mengajak kita merenungkan bagaimana Kenaikan Yesus relevan dalam kehidupan sehari-hari.

Buat tulisan Anda sendiri seperti Artikel, Kesaksian, Renungan Rohani, Khotbah, Berita dan lain sebagainya.

“Karena kamu menulis, suaramu takkan padam ditelan angin, akan selalu abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari”.
— Pramoedya Ananta Toer
Menulis
Pilih dan Bagikan Pengalamanmu
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Email