Menu Tutup
Hari Yang Baik Untuk Disembuhkan
Seperti itu juga mujizat bagi kehidupan banyak orang yang tidak pernah melihat maupun mengalaminya. Rasanya tidak ada, nih. Semuanya tutup, semua jalan buntu.

Pdt. Philip Mantofa
Khotbah Kristen Lukas 13: 10-14 | Hari yang baik untuk disembuhkan
— Seri Renungan / sumber : Renungan Harian Kristen

Hari sabat itu kira-kira seperti apa di zaman Tuhan Yesus? Itu adalah hari di mana orang tidak boleh beraktivitas, jadi saya boleh katakan itu hari yang sangat sepi, mujizat tidak boleh terjadi. Hari yang buruk sekali untuk perkara-perkara Allah.

Saya berikan sebuah perbandingan. Suatu hari saya dan istri berada di Paris. Kota yang romantis kata orang. Dan saya keluar dari hotel bersama dengan istri untuk cari sarapan pagi, tapi tidak menemukannya karena ternyata semua toko, restoran, kafe bukanya baru jam 11.45 siang.

Setelah berjalan beberapa lama, di ujung jalan, di sebuah jalanan di Paris ada kafe yang ternyata buka. Tidak ada tanda-tanda buka, tapi saya beranikan masuk. Saya berkata: “Sudah buka, tidak?” Dia berkata: “Oke.” Akhirnya kami masuk dan kami makan pagi yang paling enak sepanjang perjalanan itu. Dan menjadi sebuah memori indah yang tak terlupakan.

Seperti itu juga mujizat bagi kehidupan banyak orang yang tidak pernah melihat maupun mengalaminya. Rasanya tidak ada, nih. Semuanya tutup, semua jalan buntu.

Tapi kalau anda berani melangkah lebih lagi dan tidak menyerah, anda akan menemukan jalan terbuka. Dan justru itu bisa jadi yang terindah, karena yang tidak anda duga justru menjadi memori yang tidak bisa anda lupakan selama-lamanya.

Mujizat Tuhan

Nah, saya percaya Tuhan sudah menyediakan satu tempat yang terbuka, satu mujizat yang sudah disediakan. Ambil keputusan iman untuk tidak melewatkan sarapan pagi rohani anda.

Percaya Tuhan sudah menyediakan hidangan bagi anda. Sebuah mujizat yang Dia desain dan rancang khusus untuk menjawab kebutuhan anda. Jangan menyerah, dan mujizat sudah ada around the corner.

Sudah ada tepat di depan anda yang tidak diperhatikan oleh manusia. Dan akan menjadi kesaksian yang luar biasa buat sekeliling anda.

Kita akan melihat janji Tuhan semakin nyata dalam kehidupan anda. Dan percayalah hari ini adalah hari yang paling baik untuk anda disembuhkan. Sekalipun tidak ada tanda-tanda, tidak ada kemungkinan kayaknya. Percayalah sekalipun tidak ada tanda-tanda bukan berarti mujizat tidak ada. Mujizat itu dekat dengan anda. Kalau anda cari satu langkah lagi, anda akan menemukan, dan selalu ditemukan di dalam Yesus Tuhan.

Waktunya Tuhan

Di ayat yang ke-11 dituliskan ada seorang wanita memiliki kondisi yang cukup parah. Alkitab berkata dia sakit, punggungnya bungkuk, tidak tanggung-tanggung 18 tahun tidak bisa diluruskan. Bukan cuma secara fisik susah untuk pergi ke bait Allah pada pagi hari itu, dia juga harus melawan perasaan pesimis di dalam dadanya. Bayangkan 18 tahun menunggu kesembuhan nggak datang-datang.

Dan dia dirasuki setan, kata Alkitab. Saya yakin itu bukan setan yang bawa dia ke bait suci hari itu, setan tidak akan cari perkara datang dekat-dekat Yesus. Bisa-bisa hilang itu tawanannya. Bisa-bisa dibebaskan wanita itu, jajahannya selama belasan tahun. Jadi saya 100% pasti bahwa yang membawa perempuan itu datang ke sana adalah kemauannya yang keras.

Alkitab berkata dalam pergumulanmu melawan dosa dan iblis, engkau belum mencurahkan darah. Jadi berjuang terus, jangan mau dihentikan oleh setan dan kata-kata sampah, kata-kata negatif yang menjatuhkan, jangan mau satupun dari kata-kata itu merasuki jiwamu.

Buat keputusan hari ini. Pokoknya Tuhan, hari ini adalah hari aku disembuhkan. karena saya tidak percaya anda tidak disembuhkan hari ini. Tapi kalau anda tidak disembuhkan hari ini, besok adalah hari baru. Besok adalah hari ini yang baru untuk anda disembuhkan.

Jangan peduli berapa lama anda tunggu. Mau tahu kenapa? Karena meskipun kita masih menunggu untuk disembuhkan, hidup kita bisa dipakai oleh Allah menjadi kesaksian. Mereka semua akan bangga dan memuliakan Allah lewat kesaksian hidupmu. (Khotbah Kristen Lukas 13: 10-14 | Hari yang baik untuk disembuhkan).

Picture of Post oleh: 3G.Mnz

Post oleh: 3G.Mnz

Tim Media GKKA Indonesia Jemaat Sendawar

Disclaimer:
Beberapa bagian isi artikel di situs ini mungkin saja berasal dari berbagai sumber terbuka di internet, hak cipta sepenuhnya dimiliki oleh pemilik aslinya. Proses keberatan silahkan hubungi kami untuk penghapusan atau atribusi yang sesuai.

Kolom Komentar!

Berkomentar sesuai Pedoman Kami

Artikel Terbaru

Menemukan Sauh di Tengah Badai, Alarm Kuat untuk Berdiri Teguh

Dunia berguncang oleh perang, krisis, dan bencana. Ini adalah “alarm rohani” untuk berhenti mengandalkan dunia dan kembali pada Kristus. Saatnya koreksi diri: jangan biarkan cemas menenggelamkan iman. Bangkitlah, angkat mukamu, dan jadilah terang di tengah badai. Harapan sejati hanya ada dalam Tuhan

Pancasila dan Iman Kristen, Menjalin Harmoni dalam Keberagaman

Pancasila dan Iman Kristen memiliki titik temu dalam nilai universal. Sila-silanya selaras dengan ajaran kasih, keadilan, dan persatuan dalam Alkitab. Semangat pancasila diperkuat oleh konsep Tubuh Kristus yang berbeda tapi satu. Kita dipanggil menjadi garam & terang, mewujudkan harmoni di Indonesia

Kenaikan Yesus Kristus – Janji, Kuasa, dan Harapan

Hari Kenaikan Yesus Kristus adalah salah satu momen penting dalam kalender kekristenan. Ini bukan hanya sebuah peristiwa sejarah yang mengisahkan bagaimana Yesus terangkat ke surga 40 hari setelah kebangkitan-Nya, melainkan juga menjadi tanda penggenapan janji, pernyataan kuasa, dan peneguhan pengharapan bagi umat percaya di sepanjang zaman.

Kenaikan Yesus Kristus Merupakan Mahkota Harapan dan Kuasa Roh

Kisah Kenaikan Yesus Kristus tercatat jelas di Alkitab. Peristiwa ini bukan akhir, melainkan awal kuasa Roh Kudus, pemuliaan Yesus sebagai Imam Besar kita, dan jaminan kedatangan-Nya kembali. Renungan ini akan mengajak kita merenungkan bagaimana Kenaikan Yesus relevan dalam kehidupan sehari-hari.

Buat tulisan Anda sendiri seperti Artikel, Kesaksian, Renungan Rohani, Khotbah, Berita dan lain sebagainya.

“Karena kamu menulis, suaramu takkan padam ditelan angin, akan selalu abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari”.
— Pramoedya Ananta Toer
Menulis
Pilih dan Bagikan Pengalamanmu
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Email