Menu Tutup
Kematian Kristus Memulihkan Hidup
Setelah manusia jatuh dalam dosa, manusia berada di bawah penghukuman Allah. Kendatipun demikian Ia juga tetap mengasihi manusia ciptaan-Nya.

KOLOSE 1 : 19-23

1:19 Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia,
1:20 dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.
1:21 Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat,
1:22 sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya.
1:23 Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya.

Kematian Yesus berbeda dengan kematian seluruh umat manusia di dunia ini, kendatipun mungkin mati dengan cara yang sama yakni disalibkan. Mengapa demikian? Dalam Kitab Kolose 1 : 19-23 memberikan jawaban bahwa yang membuat kematian Kristus berbeda dengan kematian seluruh umat manusia di dunia sepanjang sejarah ialah :

  1. Karena kematian Kristus adalah puncak kasih Allah kepada dunia (Kol. 1 : 18-20)
    Setelah manusia jatuh dalam dosa, manusia berada di bawah penghukuman Allah. Kendatipun demikian Ia juga tetap mengasihi manusia ciptaan-Nya. Allah mengasihi manusia lebih daripada semua ciptaan lainnya di muka bumi ini. Tuhan Yesus berkata : “Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasing seorang yang memberikan nyawanya bagi sahabat-sahabatnya” (Yoh. 15:13)
  1. Karena kematian Kristus memulihkan keadaan manusia (Kol. 1 : 20-22).
    Hubungan manusia dengan Tuhan telah rusak oleh dosa dan tidak ada yang benar. Tidak ada seorangpun yang mencari Tuhan (Roma 3 : 10-11) dan  melalui kematian Kristus memulihkan hubungan itu. Paulus mengatakan oleh Dia kita berolah jalan masuk menghampiri tahta kasih karunia-Nya.
  1. Kematian Kristus menentukan arah tujuan hidup yang benar.
    Hidup manusia setelah kejatuhannya berorientasi pada diri sendiri, materialistis dan kesemtaraan. Kematian Kristus membalik arah hidup manusia agar menaruh iman dan pengharapan kepada Allah kendati masih hidup dalam dunnia yang fana ini.

Kesimpulan :
Kebenaran-kebenaran ini menyadarkan kita akan beberapa hal :

  1. Bukti Allah mengasihi kita ialah dengan mengorbankan anak-Nya mati disalib, sebuah penderitaan yang rela dijalani-Nya sebagai kesungguhan kasih Allah kepada manusia;
  2. Untuk memulihkan hubungan manusia dengan Allah, Dia rela mati disalib. Sebagai umat ketebusan-Nya kita senantiasa memelihara hubungan-Nya dan terus memberitakan kematian Tuhan kepada dunia;
  3. Hidup kita sebagai umat-Nya mutlak berbalik arah untuk kembali berfokus kepada Allah yang diimplementasikan dengan setia beribadah kepada-Nya dalam segala keadaan dan kasih terhadap sesame yang tidak akan pudar.

SELAMAT BERIBADAH JUMAT AGUNG DAN MERAYAKAN KEMATIAN TUHAN YESUS
DALAM KELUARGA KITA MASING_MASING

KIRANYA KUASA KEMATIAN-NYA MEMULIIHKAN HIDUP DAN KASIH KITA
KEPADA ALLAH DAN SESAMA


Picture of Post oleh: Pdt. Nelson Neno, M.Th

Post oleh: Pdt. Nelson Neno, M.Th

Gembala Sidang GKKA Indonesia Jemaat Sendawar

Disclaimer:
Beberapa bagian isi artikel di situs ini mungkin saja berasal dari berbagai sumber terbuka di internet, hak cipta sepenuhnya dimiliki oleh pemilik aslinya. Proses keberatan silahkan hubungi kami untuk penghapusan atau atribusi yang sesuai.

Kolom Komentar!

Berkomentar sesuai Pedoman Kami

Artikel Terbaru

Menemukan Sauh di Tengah Badai, Alarm Kuat untuk Berdiri Teguh

Dunia berguncang oleh perang, krisis, dan bencana. Ini adalah “alarm rohani” untuk berhenti mengandalkan dunia dan kembali pada Kristus. Saatnya koreksi diri: jangan biarkan cemas menenggelamkan iman. Bangkitlah, angkat mukamu, dan jadilah terang di tengah badai. Harapan sejati hanya ada dalam Tuhan

Pancasila dan Iman Kristen, Menjalin Harmoni dalam Keberagaman

Pancasila dan Iman Kristen memiliki titik temu dalam nilai universal. Sila-silanya selaras dengan ajaran kasih, keadilan, dan persatuan dalam Alkitab. Semangat pancasila diperkuat oleh konsep Tubuh Kristus yang berbeda tapi satu. Kita dipanggil menjadi garam & terang, mewujudkan harmoni di Indonesia

Kenaikan Yesus Kristus – Janji, Kuasa, dan Harapan

Hari Kenaikan Yesus Kristus adalah salah satu momen penting dalam kalender kekristenan. Ini bukan hanya sebuah peristiwa sejarah yang mengisahkan bagaimana Yesus terangkat ke surga 40 hari setelah kebangkitan-Nya, melainkan juga menjadi tanda penggenapan janji, pernyataan kuasa, dan peneguhan pengharapan bagi umat percaya di sepanjang zaman.

Kenaikan Yesus Kristus Merupakan Mahkota Harapan dan Kuasa Roh

Kisah Kenaikan Yesus Kristus tercatat jelas di Alkitab. Peristiwa ini bukan akhir, melainkan awal kuasa Roh Kudus, pemuliaan Yesus sebagai Imam Besar kita, dan jaminan kedatangan-Nya kembali. Renungan ini akan mengajak kita merenungkan bagaimana Kenaikan Yesus relevan dalam kehidupan sehari-hari.

Buat tulisan Anda sendiri seperti Artikel, Kesaksian, Renungan Rohani, Khotbah, Berita dan lain sebagainya.

“Karena kamu menulis, suaramu takkan padam ditelan angin, akan selalu abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari”.
— Pramoedya Ananta Toer
Menulis
Pilih dan Bagikan Pengalamanmu
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Email