Menu Tutup
Humor : Marahan Sama Istri
Covidyawanto mengambil secarik kertas dan ditulisnya pesan untuk istrinya, "Besok pagi, saya ada rapat. Tolong bangunin jam 6!" lalu diletakkannya kertas itu di atas meja rias istrinya, kemudian dia langsung tidur.

Sudah 2 hari Covidyawanto marahan sama istrinya. Kalau sudah marahan begini, biasanya mereka tidak saling tegur, apalagi saling bicara.

Memasuki hari kelima marahan, Covidyawanto tetap enggan bicara, apalagi istrinya tetap ogah ngomong.

Namun, celakanya, besok pagi, Covidyawanto ada janji penting. Artinya, besok, dia harus bangun pagi. Padahal, Covidyawanto paling sulit bangun pagi.

Karena mereka masih marahan, sedangkan besok harus bangun pagi, maka dia cari akal bagaimana caranya supaya istrinya mau membangunkannya tanpa harus berbicara dengan istrinya.

Covidyawanto mengambil secarik kertas dan ditulisnya pesan untuk istrinya, “Besok pagi, saya ada rapat. Tolong bangunin jam 6!” lalu diletakkannya kertas itu di atas meja rias istrinya, kemudian dia langsung tidur.

Ketika keesokan paginya dia bangun, jam sudah menunjukkan pukul 10 pagi. Alangkah murkanya Covidyawanto, karena dia tidak dibangunkan istrinya.

Masih dalam keadaan kecewa dan emosi, dia menghampiri meja rias istrinya. Di situ, dia menemukan secarik kertas yang sudah ditulis istrinya, “Bangun… bangun, sudah jam 6 pagi!!”

Orang yang lambat marah memiliki pengertian yang besar, tetapi dia yang cepat marah meninggikan kebodohan.”
Amsal 14 : 29

Picture of GKKA Jemaat Sendawar

GKKA Jemaat Sendawar

Admin Media GKKA Indonesia Jemaat Sendawar

Disclaimer:
Beberapa bagian isi artikel di situs ini mungkin saja berasal dari berbagai sumber terbuka di internet, hak cipta sepenuhnya dimiliki oleh pemilik aslinya. Proses keberatan silahkan hubungi kami untuk penghapusan atau atribusi yang sesuai.

Kolom Komentar!

Berkomentar sesuai Pedoman Kami

Artikel Terbaru

Berharap kepada Tuhan yang Memulihkan

Ketika kita berseru dalam doa, Tuhan tidak hanya mendengar tetapi juga siap memulihkan dan menyatakan perkara besar. Lewat Yeremia 33:3, Dia mengundang kita untuk datang dengan iman. Di tengah ketidakpastian, percayalah bahwa jawaban-Nya akan menyingkapkan jalan keluar luar biasa yang tak terpahami.

Tetap Setia sampai Garis Akhir

Kesetiaan sejati dibuktikan dengan bertahan menuntaskan misi kehidupan bersama Tuhan. Sesuai 2 Timotius 4:7, kita dipanggil untuk menyelesaikan pertandingan iman dengan tangguh hingga garis akhir. Jangan menyerah di tengah jalan; tetaplah memelihara iman dan integritas di dalam setiap prosesnya.

Memilih Hikmat dalam Setiap Langkah

Menemukan hikmat Tuhan berarti menemukan esensi kehidupan dan perkenanan-Nya. Berdasarkan Amsal 8:35, setiap keputusan yang diambil dengan hikmat akan menuntun kita pada jalan yang benar dan mendatangkan berkat. Mintalah selalu tuntunan-Nya agar setiap langkah kita selaras dengan kehendak Allah.

Memuliakan Tuhan dalam Setiap Keadaan

Pujian kepada Tuhan tidak boleh terhenti oleh situasi, melainkan harus terus dinaikkan setiap hari. Mazmur 96:2 mengajak kita untuk konsisten memuji nama-Nya dan giat membagikan kabar keselamatan. Saat kita bersaksi melalui perkataan dan perbuatan, kita sedang memuliakan Allah di setiap keadaan.

Tuhan Mampu Memakai Masa Sulit untuk Membentuk Kita

Masa-masa sulit sering kali menjadi alat di tangan Tuhan membentuk karakter kita. Yeremia 24:7, Dia berjanji memberikan hati yang baru untuk mengenal-Nya lebih lagi. Ujian hidup bukanlah tanda penolakan, tetapi cara Dia membawa kita kembali bertobat dengan segenap hati menjadi umat kesayangan-Nya.

Buat tulisan Anda sendiri seperti Artikel, Kesaksian, Renungan Rohani, Khotbah, Berita dan lain sebagainya.

“Karena kamu menulis, suaramu takkan padam ditelan angin, akan selalu abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari”.
— Pramoedya Ananta Toer
Menulis
Pilih dan Bagikan Pengalamanmu
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Email

Pencarian

Baca Artikel Terbaru