Menu Tutup
Orang Yang Berbahagia
Rahasia Menjadi ORANG YANG BERBAHAGIA ialah: Bersedia dididik TUHAN, Mau Belajar Mengenal Allah Melalui Firman-Nya dan Terus Berserah kepada TUHAN. Ketiga Rahasia inilah yang menjadi Pondasi Iman Kita dan diaplikasikan dalam Hidup Kita sebagai Umat Tuhan di Keluarga, tempat Kerja dan di Masyarakat dimana kita berada.

Mazmur 94 : 12 – 23

94:12 Berbahagialah orang yang Kauhajar, ya TUHAN, dan yang Kauajari dari Taurat-Mu,
94:13 untuk menenangkan dia terhadap hari-hari malapetaka, sampai digali lobang untuk orang fasik.
94:14 Sebab TUHAN tidak akan membuang umat-Nya, dan milik-Nya sendiri tidak akan ditinggalkan-Nya;
94:15 sebab hukum akan kembali kepada keadilan, dan akan diikuti oleh semua orang yang tulus hati.
94:16 Siapakah yang bangkit bagiku melawan orang-orang jahat, siapakah yang tampil bagiku melawan orang-orang yang melakukan kejahatan?
94:17 Jika bukan TUHAN yang menolong aku, nyaris aku diam di tempat sunyi.
94:18 Ketika aku berpikir: “Kakiku goyang,” maka kasih setia-Mu, ya TUHAN, menyokong aku.
94:19 Apabila bertambah banyak pikiran dalam batinku, penghiburan-Mu menyenangkan jiwaku.
94:20 Masakan bersekutu dengan Engkau takhta kebusukan, yang merancangkan bencana berdasarkan ketetapan?
94:21 Mereka bersekongkol melawan jiwa orang benar, dan menyatakan fasik darah orang yang tidak bersalah.
94:22 Tetapi TUHAN adalah kota bentengku dan Allahku adalah gunung batu perlindunganku.
94:23 Ia akan membalas kepada mereka perbuatan jahat mereka, dan karena kejahatan mereka Ia akan membinasakan mereka; TUHAN, Allah kita, akan membinasakan mereka.

Menurut penelitian Harvard Study of Adult Development yang dilakukan selama 75 tahun, faktor terpenting dalam kebahagiaan sejati adalah hubungan kita dengan keluarga, pasangan, dan teman yang terbina dengan baik. “Pesan penting yang kami dapat dari penelitian selama 75 tahun ini sangat jelas, hubungan yang baik membuat kita sehat dan bahagia,” kata direktur penelitian Dr. Robert Waldinger, Profesor Psikiatri di Universitas Harvard. Dalam TED Talk tahun 2016, Waldinger menekankan bahwa menjaga ikatan yang kuat dengan orang lain akan melindungi kita dari penyakit mental. Tetapi Faktanya, kita juga bisa merasa kesepian di tengah banyak orang atau saat bersama kekasih hati jika kita tidak memiliki koneksi emosional. Jika demikian, Apa Rahasia Untuk Menjadi Orang Yang Berbahagia?

Tema Hari ini ialah ORANG YANG BERBAHAGIA. Memang Di dalam Alkitab banyak bagian yang menjelaskan bagaimana Orang dapat Hidup Bahagia, namun hari ini kita akan belajar Menjadi Rahasia Orang yang Berbahagia menurut Mazmur 94:12-23. Apa saja Rahasia-rahasianya? Orang Yang Berbahagia ialah:

  1. Orang Yang Siap dididik oleh TUHAN (Maz. 94:12a)
    Dididik atau dihajar oleh TUHAN bukanlah hal yang menyenangkan karena harus mengalami proses yang berat untuk sesuai kehendak TUHAN. Rasul Yohanes Menulis dalam Wahyu 3:19 berbunyi: Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah! Hajaran TUHAN adalah untuk membawa kembali kepada-Nya. Inilah kehendak TUHAN bagi Pemazmur dan Umat TUHAN masa kini. Ibrani 12:5-13: Dan … akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: “Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; 6 karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.” … 10 Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya. 11 Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya…”

    Bagian ini berarti bahwa saat dihajar atau dididik oleh TUHAN mendatangkan dukacita, mengalami penderitaan namun demikianlah Allah sedang Memperlakukan sebagai Anak yang dikasihi-Nya. Oleh sebab itu ketika kita dihajar Tuhan, Ia sedang mengasihi kita sebagai anak-Nya.

  2. Orang Yang Mau Belajar dari Firman Tuhan (Maz. 94:12b-13) 
    Orang yang mau belajar adalah orang yang mau maju dan bertumbuh. Pemazmur menegaskan bahwa dengan berpegang kepada janji dan firman-Nya manusia dapat hidup benar di hadapan TUHAN. Maz. 119:11, 105 “Firman-Mu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku”. Di dalam dunia yang penuh dengan tantangan Firman Tuhan harus menjadi sandaran dan pedoman hidup agar Iman kepada Tuhan tidak dapat diombang-ambingkan oleh rupa-rupa pengajaran.

    Peran Firman Tuhan sangat penting yakni selain Landasan Pengajaran gereja Tuhan, juga sebagai pedoman hidup Umat-Nya di dalam dunia yang jahat ini sebagaimana Rasul Paulus dalam surat 2 Tim. 3:16-17:Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik”. Ketika kita percaya kepada Tuhan, kita masih hidup di dalam dunia yang berdosa, cemar dan hidup dengan Orang yang tidak percaya atau mengenal Allah, Ia tidak membuat kita hidup terpisah namun, melalui Firman-Nya Ia menuntun dan memberi ketenangan dalam menghadapi semua tantangan hidup dan itu hanya bagi Orang yang terus mau belajar dan berpegang kepada Firman-Nya.

  3. Orang Yang Berserah Kepada TUHAN (Maz. 94:14-23)
    Berserah kepada TUHAN bukanlah hanya menyatakan ketidakmampuan manusia dalam menghadapi tantangan hidup namun lebih utama ialah Pengakuan akan kebesaran kuasa Tuhan yang sanggup dan sedia kala siap untuk menolong dan menyelamatkan. Pemazmur menyadari minimnya kemampuan yang dimiliki, betapa banyak dan beratnya tantangan, himpitan yang dihadapinya namun di saat yang bersamaan kepercayaannya kepada Tuhan semakin kuat (14-23). Ini terbukti dengan penyerahannya kepada TUHAN. Orang yang berserah kepada TUHAN juga menyatakan kerendahan hatinya sekaligus langkah pertumbuhan imannya kepada Tuhan. Ini langkah iman yang patut dituruti gereja masa kini.

KESIMPULAN
Kebahagiaan Sejati bukan ditentukan oleh berapa banyak uang yang tersimpan di rekening BANK, banyaknya harta kekayaan dimiliki, hubungan kita dengan keluarga, pasangan, dan teman yang terbina dengan baik. Itu semua hanya bersifat humanis. Kebahagiaan yang didapatkan di luar Tuhan adalah semu.

Rahasia Menjadi ORANG YANG BERBAHAGIA ialah: Bersedia dididik TUHAN, Mau Belajar Mengenal Allah Melalui Firman-Nya dan Terus Berserah kepada TUHAN. Ketiga Rahasia inilah yang menjadi Pondasi Iman Kita dan diaplikasikan dalam Hidup Kita sebagai Umat Tuhan di Keluarga, tempat Kerja dan di Masyarakat dimana kita berada. Pertanyaannya ialah “Sudahkah kita bahagia atau mau menjadi Bahagiakah?

Tuhan Memberkati.

Oleh : Pdt. Nelson Neno, MA
Gembala Sidang GKKA Jemaat Sendawar

Share on facebook Facebook Share on twitter Twitter Share on telegram Telegram Share on whatsapp WhatsApp

Picture of Post oleh: Pdt. Nelson Neno, M.Th

Post oleh: Pdt. Nelson Neno, M.Th

Gembala Sidang GKKA Indonesia Jemaat Sendawar

Disclaimer:
Beberapa bagian isi artikel di situs ini mungkin saja berasal dari berbagai sumber terbuka di internet, hak cipta sepenuhnya dimiliki oleh pemilik aslinya. Proses keberatan silahkan hubungi kami untuk penghapusan atau atribusi yang sesuai.

Kolom Komentar!

Berkomentar sesuai Pedoman Kami

Artikel Terbaru

Menemukan Sauh di Tengah Badai, Alarm Kuat untuk Berdiri Teguh

Dunia berguncang oleh perang, krisis, dan bencana. Ini adalah “alarm rohani” untuk berhenti mengandalkan dunia dan kembali pada Kristus. Saatnya koreksi diri: jangan biarkan cemas menenggelamkan iman. Bangkitlah, angkat mukamu, dan jadilah terang di tengah badai. Harapan sejati hanya ada dalam Tuhan

Pancasila dan Iman Kristen, Menjalin Harmoni dalam Keberagaman

Pancasila dan Iman Kristen memiliki titik temu dalam nilai universal. Sila-silanya selaras dengan ajaran kasih, keadilan, dan persatuan dalam Alkitab. Semangat pancasila diperkuat oleh konsep Tubuh Kristus yang berbeda tapi satu. Kita dipanggil menjadi garam & terang, mewujudkan harmoni di Indonesia

Kenaikan Yesus Kristus – Janji, Kuasa, dan Harapan

Hari Kenaikan Yesus Kristus adalah salah satu momen penting dalam kalender kekristenan. Ini bukan hanya sebuah peristiwa sejarah yang mengisahkan bagaimana Yesus terangkat ke surga 40 hari setelah kebangkitan-Nya, melainkan juga menjadi tanda penggenapan janji, pernyataan kuasa, dan peneguhan pengharapan bagi umat percaya di sepanjang zaman.

Kenaikan Yesus Kristus Merupakan Mahkota Harapan dan Kuasa Roh

Kisah Kenaikan Yesus Kristus tercatat jelas di Alkitab. Peristiwa ini bukan akhir, melainkan awal kuasa Roh Kudus, pemuliaan Yesus sebagai Imam Besar kita, dan jaminan kedatangan-Nya kembali. Renungan ini akan mengajak kita merenungkan bagaimana Kenaikan Yesus relevan dalam kehidupan sehari-hari.

Buat tulisan Anda sendiri seperti Artikel, Kesaksian, Renungan Rohani, Khotbah, Berita dan lain sebagainya.

“Karena kamu menulis, suaramu takkan padam ditelan angin, akan selalu abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari”.
— Pramoedya Ananta Toer
Menulis
Pilih dan Bagikan Pengalamanmu
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Email