Menu Tutup
Waktu Bersama

Baca: Mazmur 147:1-11

147:1 Haleluya! Sungguh, bermazmur bagi Allah kita itu baik, bahkan indah, dan layaklah memuji-muji itu.

147:2 TUHAN membangun Yerusalem, Ia mengumpulkan orang-orang Israel yang tercerai-berai;

147:3 Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka;

147:4 Ia menentukan jumlah bintang-bintang dan menyebut nama-nama semuanya.

147:5 Besarlah Tuhan kita dan berlimpah kekuatan, kebijaksanaan-Nya tak terhingga.

147:6 TUHAN menegakkan kembali orang-orang yang tertindas, tetapi merendahkan orang-orang fasik sampai ke bumi.

147:7 Bernyanyilah bagi TUHAN dengan nyanyian syukur, bermazmurlah bagi Allah kita dengan kecapi!

147:8 Dia, yang menutupi langit dengan awan-awan, yang menyediakan hujan bagi bumi, yang membuat gunung-gunung menumbuhkan rumput.

147:9 Dia, yang memberi makanan kepada hewan, kepada anak-anak burung gagak, yang memanggil-manggil.

147:10 Ia tidak suka kepada kegagahan kuda, Ia tidak senang kepada kaki laki-laki;

147:11 TUHAN senang kepada orang-orang yang takut akan Dia, kepada orang-orang yang berharap akan kasih setia-Nya.

Dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru Indonesia (c) LAI 1974

Tuhan senang kepada orang-orang yang takut akan Dia, kepada orang-orang yang berharap akan kasih setia-Nya. —Mazmur 147:11

Selama dua jam perjalanan kembali ke rumah dari acara pernikahan seorang kerabat, ibu saya bertanya untuk ketiga kalinya tentang apa yang baru dalam pekerjaan saya. Sekali lagi saya mengulang sejumlah hal, seolah-olah saya bercerita untuk pertama kalinya, sambil berpikir bagaimana menyusun kata-kata saya agar dapat lebih diingatnya. Ibu saya menderita Alzheimer, sebuah penyakit yang terus menggerus memori, sangat mempengaruhi perilaku, dan berujung pada hilangnya kemampuan bicara—dan masih banyak lagi.

Saya sedih melihat penyakit ibu saya, tetapi juga bersyukur karena ia masih ada bersama saya dan kami dapat meluangkan waktu bersama—bahkan berbincang-bincang dengannya. Saya sangat terharu karena setiap kali saya mengunjunginya, sukacita terpancar di wajahnya dan ia berseru, “Alyson, Ibu senang kamu datang!” Kami menikmati kebersamaan kami; bahkan dalam keheningan saat kata-kata tak lagi terucap dari bibirnya, kami dapat merasakan kebersamaan.

Mungkin itu sedikit menggambarkan hubungan kita dengan Allah. Alkitab mengatakan, “Tuhan senang kepada orang-orang yang takut akan Dia, kepada orang-orang yang berharap akan kasih setia-Nya” (Mzm. 147:11). Allah menyebut setiap orang yang mempercayai Yesus sebagai Juruselamat itu anak-anak-Nya (Yoh. 1:12). Mungkin saja kita mengulang-ulang permohonan yang sama atau kosa kata kita dalam doa begitu terbatas, tetapi Allah tetap sabar menghadapi kita karena Dia mempunyai persekutuan yang penuh kasih dengan kita. Dia senang saat kita bercakap-cakap dengan-Nya di dalam doa—bahkan ketika kita tidak tahu apa yang harus kita katakan. —Alyson Kieda

Ya Tuhan, kami terharu saat mengetahui Engkau ingin menjalin persekutuan dengan kami! Terima kasih untuk kesempatan belajar mengenal-Mu melalui Alkitab dan berbicara dengan-Mu di dalam doa.

Allah senang mendengarkan kita!

Sumber Renungan Harian
WarungSateKamu

Picture of Post oleh: GKKA Sendawar

Post oleh: GKKA Sendawar

Admin Media GKKA Indonesia Jemaat Sendawar

Disclaimer:
Beberapa bagian isi artikel di situs ini mungkin saja berasal dari berbagai sumber terbuka di internet, hak cipta sepenuhnya dimiliki oleh pemilik aslinya. Proses keberatan silahkan hubungi kami untuk penghapusan atau atribusi yang sesuai.

2 Comments

Kolom Komentar!

Berkomentar sesuai Pedoman Kami

Artikel Terbaru

Menemukan Sauh di Tengah Badai, Alarm Kuat untuk Berdiri Teguh

Dunia berguncang oleh perang, krisis, dan bencana. Ini adalah “alarm rohani” untuk berhenti mengandalkan dunia dan kembali pada Kristus. Saatnya koreksi diri: jangan biarkan cemas menenggelamkan iman. Bangkitlah, angkat mukamu, dan jadilah terang di tengah badai. Harapan sejati hanya ada dalam Tuhan

Pancasila dan Iman Kristen, Menjalin Harmoni dalam Keberagaman

Pancasila dan Iman Kristen memiliki titik temu dalam nilai universal. Sila-silanya selaras dengan ajaran kasih, keadilan, dan persatuan dalam Alkitab. Semangat pancasila diperkuat oleh konsep Tubuh Kristus yang berbeda tapi satu. Kita dipanggil menjadi garam & terang, mewujudkan harmoni di Indonesia

Kenaikan Yesus Kristus – Janji, Kuasa, dan Harapan

Hari Kenaikan Yesus Kristus adalah salah satu momen penting dalam kalender kekristenan. Ini bukan hanya sebuah peristiwa sejarah yang mengisahkan bagaimana Yesus terangkat ke surga 40 hari setelah kebangkitan-Nya, melainkan juga menjadi tanda penggenapan janji, pernyataan kuasa, dan peneguhan pengharapan bagi umat percaya di sepanjang zaman.

Kenaikan Yesus Kristus Merupakan Mahkota Harapan dan Kuasa Roh

Kisah Kenaikan Yesus Kristus tercatat jelas di Alkitab. Peristiwa ini bukan akhir, melainkan awal kuasa Roh Kudus, pemuliaan Yesus sebagai Imam Besar kita, dan jaminan kedatangan-Nya kembali. Renungan ini akan mengajak kita merenungkan bagaimana Kenaikan Yesus relevan dalam kehidupan sehari-hari.

Buat tulisan Anda sendiri seperti Artikel, Kesaksian, Renungan Rohani, Khotbah, Berita dan lain sebagainya.

“Karena kamu menulis, suaramu takkan padam ditelan angin, akan selalu abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari”.
— Pramoedya Ananta Toer
Menulis
Pilih dan Bagikan Pengalamanmu
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Email