Menu Tutup
Reformasi dan Semangat Melayani
Reformasi telah memberikan dampak-dampak yang luar biasa dalam banyak aspek hidup manusia baik dalam di dunia kerja demikian juga aspek spiritual.

Roma 12 : 1 – 8 

Reformasi telah terjadi 503 Tahun yang lalu. Dan yang menjadi pilar-pilar Reformasi adalah Sola Fide, Sola Scriptura, Sola Gratia, Solus Christus dan Soli Deo Gloria. 

Reformasi telah memberikan dampak-dampak yang luar biasa dalam banyak aspek hidup manusia baik dalam di dunia kerja demikian juga aspek spiritual. Bagaimana Pilar-pilar dari Reformasi terus menjadi dasar bagi Pelayanan Gereja dari masa ke masa.

Roma 12:1-8 melalui Rasul Paulus mengemukakan kebenaran-kebenaran tentang bagaimana tantangan zaman yang demikian berat dan sulit namun tidak memadamkan semangat umat Tuhan dalam melayani-Nya.

Kebenaran-kebenaran yang disingkapkan berdasarkan Roma 12:1-8 yakni:

1. Pilar-pilar Reformasi dan Respon Manusia (Roma 12:1)
Lima pilar reformasi ini tidak dibahas secara terpisah namun kita akan melihat sebagai suatu kesatuan yang utuh yang akhirnya menjadi sebuah kegerakan yang dahsyat dan menghasilkan terobosan-terobosan

Sejak 1517 hingga saat ini masih terus melakukan terobosan untuk membawa umat manusia meresponi dan menyadari keberdosaannya dan membutuhkan Juru selamat, sehingga dapat hidup berdamai dengan Allah. Karena sejak kejatuhan manusia dalam dosa, seluruh keberadaan manusia rusak total (TOTAL THE PROFITY).

Dalam keadaan seperti itulah manusia yang berdosa membutuhkan anugerah Allah dan anugerah Allah sudah dinyatakan melalui Inkarnasi Yesus Kristus. Karena itu setiap yang meresponi anugerah-Nya, hidupnya diperdamaikan oleh Allah dan memperoleh Keselamatan yang kekal.

FAYH 1 ¶ Saudara-saudara! Allah sangat baik kepada kita. Itu sebabnya saya minta dengan sangat supaya kalian mempersembahkan dirimu sebagai suatu kurban hidup yang khusus untuk Allah dan yang menyenangkan hati-Nya. Ibadatmu kepada Allah seharusnya demikian.”

Rasul Paulus menegur dan mengingatkan Jemaat Tuhan di Roma akan kebaikan-Nya kepada manusia pada umumnya dan kepada umat Tuhan pada khususnya untuk secara serius meresponi Kebaikan Allah, jangan menyia-nyiakan anugerah TUHAN.

2. Pilar-pilar Reformasi dan Pertumbuhan Iman (Roma 12:2)
Pilar-pilar Reformasi menjadi dasar yang kokoh yang bukan saja sampai pada tahap respon manusia saja, tetapi bagaimana pilar-pilar itu menjadi dasar yang kuat untuk pertumbuhan iman kepada Kristus.

Roma 12:2 “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna”.

Rasul Paulus mengingatkan umat Tuhan bahwa anugerah Allah telah dinyatakan dan sudah, sedang dan akan diresponi dengan percaya kepada Kristus, selanjutnya Gereja harus terus hidup benar dengan hidup dalam kebenaran dengan dapat membedakan kehendak Allah yang harus dihidupi.

Itulah Pertumbuhan iman yang harus terjadi dalam kehidupan umat Tuhan yang berlandaskan sesuai dengan pilar reformasi

3. Pilar-pilar Reformasi dan Semangat Melayani (Roma 12:3-8)
Penyelamatan yang telah dikerjakan Allah di dalam Kristus Yesus, menjadikan umat Tuhan memiliki status baru yakni orang-orang tebusan. Orang-orang yang telah ditebus tidak diselamatkan untuk hidup hanya bagi diri sendiri atau menjadi umat yang pasif namun, ditebus, diselamatkan untuk sebuah tanggungjawab yakni melayani secara holistik.

Umat TUHAN dipanggil untuk memperoleh keselamatan dan hidup bagi kemuliaan Allah.

Paulus mengingatkan jemaat di Roma bahwa setiap orang percaya telah dilengkapi TUHAN dengan karunia yang berbeda-beda sehingga jemaat TUHAN dapat menggunakan karunia pemberian Allah itu untuk melayani TUHAN melalui pelayanan terhadap sesama.

Inilah kebenaran yang harus disadari gereja bahwa pilar-pilar Reformasi sangat penting bagi pribadi maupun bagi pelayanan bagi pertumbuhan iman dan dalam membangun Umat Tuhan dan dunia pada umumnya.

Umat Tuhan harus belajar melalui Firman Tuhan untuk mengenal, mengetahui dan menggunakan karunia yang telah Tuhan percayakan dan harus digunakan untuk melayani.

Kesimpulan:
Reformasi sudah dibangun di atas pilar-pilar yang harus menjadi nafas daripada gereja untuk menghidupinya selama hayat dikandung badan. Jika tidak demikian maka reformasi hanya sekedar menjadi slogan yang mudah diucapkan saja.

Reformasi dengan pilar-pilarnya akan terus menjadi terobosan dari generasi ke generasi karena selalu ada: Respon manusia atas anugerah Allah, pilar Reformasi memberi dampak bagi pertumbuhan iman dan pilar-pilar reformasi menyadarkan Gereja untuk terus semangat dalam melayani melalui pelayanan terhadap sesama sesuai karunia yang telah dikaruniakan TUHAN.

“DIRGAHAYU REFORMASI 503”

Picture of Post oleh: Pdt. Nelson Neno, M.Th

Post oleh: Pdt. Nelson Neno, M.Th

Gembala Sidang GKKA Indonesia Jemaat Sendawar

Disclaimer:
Beberapa bagian isi artikel di situs ini mungkin saja berasal dari berbagai sumber terbuka di internet, hak cipta sepenuhnya dimiliki oleh pemilik aslinya. Proses keberatan silahkan hubungi kami untuk penghapusan atau atribusi yang sesuai.

Kolom Komentar!

Berkomentar sesuai Pedoman Kami

Artikel Terbaru

Menemukan Sauh di Tengah Badai, Alarm Kuat untuk Berdiri Teguh

Dunia berguncang oleh perang, krisis, dan bencana. Ini adalah “alarm rohani” untuk berhenti mengandalkan dunia dan kembali pada Kristus. Saatnya koreksi diri: jangan biarkan cemas menenggelamkan iman. Bangkitlah, angkat mukamu, dan jadilah terang di tengah badai. Harapan sejati hanya ada dalam Tuhan

Pancasila dan Iman Kristen, Menjalin Harmoni dalam Keberagaman

Pancasila dan Iman Kristen memiliki titik temu dalam nilai universal. Sila-silanya selaras dengan ajaran kasih, keadilan, dan persatuan dalam Alkitab. Semangat pancasila diperkuat oleh konsep Tubuh Kristus yang berbeda tapi satu. Kita dipanggil menjadi garam & terang, mewujudkan harmoni di Indonesia

Kenaikan Yesus Kristus – Janji, Kuasa, dan Harapan

Hari Kenaikan Yesus Kristus adalah salah satu momen penting dalam kalender kekristenan. Ini bukan hanya sebuah peristiwa sejarah yang mengisahkan bagaimana Yesus terangkat ke surga 40 hari setelah kebangkitan-Nya, melainkan juga menjadi tanda penggenapan janji, pernyataan kuasa, dan peneguhan pengharapan bagi umat percaya di sepanjang zaman.

Kenaikan Yesus Kristus Merupakan Mahkota Harapan dan Kuasa Roh

Kisah Kenaikan Yesus Kristus tercatat jelas di Alkitab. Peristiwa ini bukan akhir, melainkan awal kuasa Roh Kudus, pemuliaan Yesus sebagai Imam Besar kita, dan jaminan kedatangan-Nya kembali. Renungan ini akan mengajak kita merenungkan bagaimana Kenaikan Yesus relevan dalam kehidupan sehari-hari.

Buat tulisan Anda sendiri seperti Artikel, Kesaksian, Renungan Rohani, Khotbah, Berita dan lain sebagainya.

“Karena kamu menulis, suaramu takkan padam ditelan angin, akan selalu abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari”.
— Pramoedya Ananta Toer
Menulis
Pilih dan Bagikan Pengalamanmu
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Email