Daftar isi
10 Pertanyaan untuk Memeriksa Kesehatan Rohani Anda
Jika Anda seperti kebanyakan orang kristiani yang merindukan persekutuan yang lebih dalam bersama Kristus, mungkin Anda berusaha ikut berbagai kegiatan yang berpotensi menolong Anda bertumbuh. Namun, Anda mungkin tak yakin apakah Anda benar-benar mengalami kemajuan. Anda aktif secara rohani, tetapi apakah Anda sehat secara rohani? Apakah Yesus akan melihat usaha keras Anda (doa, kehadiran di gereja, penginjilan, pendalaman alkitab, dsb) dan menyatakan Anda sehat secara rohani?
Buku ini menolong kita untuk mengevaluasi kesehatan rohani diri sendiri melalui 10 pertanyaan.
Apakah Anda haus akan Tuhan?
Paulus menuliskan kerinduannya kepada Tuhan dalam Filipi 3:10 : “Yang ku kehendaki adalah mengenal Dia”. Makin dalam Paulus mengenal Yesus, makin besar keinginannya untuk mengenal Dia. Makin bertambah kekuatan kerohaniannya, Paulus makin haus akan Tuhan.
3 Jenis rasa haus rohani:
- Rasa haus dari jiwa yang kosong.
Jiwa yang kosong tidak pernah mengalami “ aliran-aliran hidup” (Yohanes 7:38). Tanpa Tuhan, ia terus mengejar sesuatu yang dapat mengisi kekosongan tersebut. - Rasa haus dari jiwa yang kering.
Jiwa yang kering pernah mengalami aliran kehidupan dan sadar ada sesuatu yang hilang.
“Cara kekeringan”
♦ Terlalu banyak minum dari sumber air duniawi yang kering dan terlalu sedikit dari “batang air Allah” Mazmur 65:10 ;
♦ “Pengabaian Tuhan”. Masa dimana kita merasa Dia tidak ada;
♦ Kelelahan mental atau fisik yang berkepanjangan. Seorang percaya mungkin tidak merasakan pertumbuhan rohani ketika ia lelah atau kehabisan tenaga.
- Rasa haus dari jiwa yang puas.
Jiwa yang puas merasa haus akan Tuhan karena ia merasa puas akan Tuhan. Ia telah “mengecap dan melihat betapa baiknya Tuhan itu” (Mazmur 34:9) dan rasanya begitu memuaskan sehingga ia ingin lebih.
Apakah Anda makin dikuasai firman Tuhan?
Tanpa makanan rohani bagi jiwa, kita akan mati selamanya. Firman Tuhan dapat mengubah jiwa, memberikan hikmat kepada orang tak berpengalaman, menyukakan hati, membuat mata bercahaya (Mazmur 19:8-10). Orang-orang yang makin serupa dengan Yesus dari waktu ke waktu akan makin hidup “dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah”.
Apakah Anda makin banyak mengasihi?
Tuhan memberi perintah kepada kita dalam Yohanes 13:34-35, “ yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikianlah pula kamu harus saling mengasihi”
Kita tidak hanya mengasihi orang-orang yang sudah seharusnya kita kasihi seperti keluarga dan teman-teman (natural affection) tapi juga harus mengasihi orang-orang yang tidak mengasihi kita.
Apakah Anda peka terhadap kehadiran Tuhan?
Jika kita menerima pengajaran Alkitab secara serius , kesadaran akan kehadiran Allah semestinya bukan menjadi suatu pengalaman sewaktu-waktu saja.
Kita perlu memiliki pengetahuan akan Tuhan untuk mendasari perasaan kita akan kehadiran-Nya. Tanpa pengetahuan akan Tuhan, bagaimana kita bisa tahu kalau kita benar-benar berinteraksi dengan Tuhan yang dinyatakan Alkitab?
Apakah Anda makin peduli akan kebutuhan rohani dan jasmani sesama?
Mata yang peka dan tangan yang suka menolong adalah perlambang orang yang lahir baru di dalam Kristus. Alkitab juga mengajarkan agar kita memperhatikan kebutuhan sesama, baik itu rohani maupun jasmani dengan seimbang, seperti teladan Tuhan Yesus. Ia menyembuhkan sakit dan memberitakan injil bagi banyak orang.
Apakah Anda menaruh kesukaan di dalam mempelai Kristus?
Mempelai Kristus adalah gereja, orang-orang di dalam gereja. Kristus mencintai mempelai-Nya. Oleh karena itu, sebagai kepunyaan Kristus kita juga seharusnya mencintai apa yang Ia cintai.
Apakah disiplin rohani makin penting bagi Anda?
Disiplin rohani adalah sarana-sarana yang ditetapkan Tuhan, yang dapat menolong kita mendekat kepada Tuhan, mengalami-Nya dan diubah makin serupa dengan Kristus. Semua disiplin rohani kristiani penting dan memiliki manfaat masing-masing. Kita perlu untuk memiliki disiplin rohani karena semua orang yang memandang dirinya sebagai pengikut Kristus didesak dalam Ibrani 12:14 untuk mengejar “kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan”.
Masihkah Anda berdukacita karena dosa?
Makin dekat dengan Kristus, makin kita akan membenci dosa karena dosa sama sekali tidak serupa dengan Kristus. Sama seperti Paulus dalam 1 Tim 1:15, ia merasa dirinya adalah yang paling berdosa ketika ia telah begitu dalam mengenal Kristus.
Kepekaan kita pada dosa berbanding lurus dengan kedekatan kita kepada Allah.
Apakah Anda makin cepat mengampuni?
Orang Kristen sejati akan memiliki keinginan untuk mengampuni. Mereka bersedia untuk mengampuni, sebagaimana Tuhan mengampuni kita, bisa berharap bahwa mereka telah menerima anugerah Tuhan. Anugerah ini menyebabkan mereka benar-benar ingin mengampuni, bahkan ketika kedagingan mereka memberontak melawan dorongan tersebut.
Apakah Anda merindukan surga dan hidup bersama-sama dengan Yesus?
Mereka yang telah melakukan ziarah panjang makin ingin mencapai tujuan mereka, apalagi tujuan mereka itu adalah surga, suatu tempat yang begitu mulia dan sempurna. Orang kristiani yang bertumbuh makin merindukan surga yang kudus, bukan hanya surga yang nyaman. Mereka berharap akan hubungan yang kudus, bukan sekedar nostalgia. Mereka rindu untuk melihat Yesus yang kudus.
– Jerry Bridges, Staf The Navigators dan penulis The Pursuit of Holiness




