Mazmur 88:14 (TB) “Tetapi aku, kepada-Mu, ya TUHAN, aku berteriak minta tolong, dan pada waktu pagi doaku datang ke hadapan-Mu.”
Dalam kehidupan, ada masa ketika seseorang menghadapi keadaan yang begitu berat hingga merasa tidak memiliki kekuatan lagi. Ada doa yang belum terjawab, masalah yang belum selesai, dan keadaan yang seolah-olah tidak berubah.
Pada saat seperti itu, manusia dapat merasa sendiri dan bertanya apakah Tuhan masih mendengar.
Mazmur 88 merupakan salah satu mazmur yang menggambarkan pergumulan yang sangat dalam. Pemazmur tidak menutupi rasa sakit, kesedihan, dan penderitaannya. Ia datang kepada Tuhan dengan hati yang jujur, membawa seluruh pergumulannya di hadapan Allah.
Menariknya, meskipun pemazmur sedang berada dalam penderitaan, ia tetap memilih untuk datang kepada Tuhan. Ia tidak menjauh, tidak berhenti berdoa, dan tidak mencari pertolongan kepada sumber lain. Di tengah keadaan yang gelap, ia tetap mengarahkan hatinya kepada Tuhan.
Ayat 14 menunjukkan sebuah sikap iman yang penting. Pemazmur berkata bahwa ia berteriak meminta pertolongan kepada Tuhan dan membawa doanya ke hadapan-Nya. Ini menunjukkan bahwa iman bukan berarti tidak pernah mengalami kesulitan, tetapi tetap percaya kepada Tuhan sekalipun keadaan belum berubah.
Sering kali manusia berpikir bahwa Tuhan hanya hadir ketika hidup berjalan baik. Namun, Mazmur ini mengajarkan bahwa Tuhan juga hadir dalam air mata, pergumulan, dan masa-masa sulit. Tuhan tidak menolak orang yang datang kepada-Nya dengan hati yang hancur.
Doa dalam masa sulit bukan hanya tentang meminta Tuhan mengubah keadaan, tetapi juga tentang menjaga hubungan kita dengan Tuhan. Ketika kita tetap datang kepada-Nya, kita sedang menyatakan bahwa Tuhan tetap menjadi tempat pengharapan kita.
Hari ini, mungkin ada pergumulan yang sedang kita hadapi. Mungkin ada doa yang terasa lama dijawab atau keadaan yang belum mengalami perubahan. Namun, jangan berhenti datang kepada Tuhan. Tetaplah berdoa, tetaplah percaya, dan tetaplah berharap kepada-Nya.
Sebab kekuatan iman bukan terlihat ketika semuanya mudah, tetapi ketika seseorang tetap berpegang kepada Tuhan di tengah keadaan yang sulit.
Tuhan mungkin tidak selalu menjawab sesuai waktu yang kita inginkan, tetapi Dia selalu mendengar setiap doa yang dinaikkan dengan hati yang percaya kepada-Nya.
“Ketika kita tidak dapat merasakan kehadiran Allah, kita tetap dapat mempercayai karakter-Nya. Perasaan berubah, tetapi Allah tidak berubah.” — A.W. Tozer





