Amsal 5:18 (TB) “Diberkatilah kiranya sendangmu, bersukacitalah dengan isteri masa mudamu.”
Dalam kehidupan, kita sering dihadapkan dengan berbagai pilihan dan godaan. Ada hal-hal yang terlihat menarik dan menyenangkan, tetapi tidak semuanya membawa kebaikan.
Firman Tuhan melalui Amsal 5:15–23 mengingatkan kita untuk menjaga kesetiaan, khususnya dalam kehidupan pernikahan.
Salomo menggambarkan hubungan suami dan istri seperti sumber air yang harus dijaga dan dinikmati dengan penuh syukur.
Ayat 18 berkata, “Bersukacitalah dengan isteri masa mudamu.” Ini menunjukkan bahwa pernikahan bukan hanya tentang menjalankan kewajiban, tetapi juga tentang memelihara kasih, perhatian, penghargaan, dan sukacita bersama pasangan.
Kesetiaan tidak hanya berarti tidak berselingkuh. Kesetiaan juga berarti menjaga hati, pikiran, perkataan, dan tindakan. Sering kali kerusakan dalam hubungan tidak dimulai dari perkara besar, tetapi dari kompromi-kompromi kecil yang terus dibiarkan.
Amsal 5:21 berkata bahwa segala jalan manusia terbuka di depan mata Tuhan. Tuhan mengetahui setiap langkah kita, bahkan hal-hal yang mungkin tidak diketahui orang lain. Karena itu, menjaga kesetiaan kepada pasangan juga merupakan bagian dari hidup dalam ketaatan kepada Tuhan.
Firman Tuhan juga memperingatkan bahwa dosa dapat menjadi jerat. Apa yang awalnya dianggap sebagai kesenangan sesaat dapat membawa seseorang kepada penyesalan dan kehilangan hal-hal yang jauh lebih berharga.
Karena itu, jangan menunggu sampai hubungan menjadi bermasalah untuk mulai memperbaikinya. Peliharalah komunikasi, berikan perhatian, belajar menghargai pasangan, dan jangan biarkan kesibukan membuat kasih menjadi dingin.
Bagi yang belum menikah, firman ini juga mengajarkan untuk membangun karakter yang setia dan menjaga kemurnian hati sejak sekarang. Kesetiaan dibentuk melalui keputusan-keputusan kecil yang kita ambil setiap hari.
Hari ini, mari kita belajar mensyukuri dan menjaga setiap hubungan yang Tuhan percayakan kepada kita.
Jangan menukar sesuatu yang berharga dengan kesenangan sesaat. Kesetiaan yang terus dijaga akan menghasilkan kepercayaan, damai, dan berkat dalam kehidupan keluarga.
“Pernikahan Kristen menjadi kuat ketika suami dan istri tidak hanya berkomitmen satu kepada yang lain, tetapi bersama-sama menempatkan Kristus sebagai pusat kehidupan mereka.” — John Stott





