Menu Tutup
Belas Kasihan Tuhan Ditengah Kesulitan
TUHAN beranugerah bagi Gereja-Nya untuk hadir di dalam dunia yang dicemari oleh dosa dan sekaligus akan menghadapi berbagai kesulitan hidup. Penyakitkah sebagaimana COVID 19 sekarang ini? kesulitan Ekonomikah? atau penghinaan oleh karena Iman kepada TUHAN?

Selama manusia hidup dalam dunia yang telah tercemar oleh dosa, tentunya akan diperhadapkan dengan kesulitan. Kesulitan dalam hal materi, mental dan lainnya. Kesulitan dapat membuat manusia berhenti untuk berjuang, pasrah terhadap keadaan dan tidak melakukan sebuah tindakan sama sekali, namun kesulitan juga dapat menuntut upaya yang kuat untuk bisa lepas atau paling tidak tetap bertahan hidup di dalamnya.

Mazmur 123:1-4, Melalui Pemazmur dan Orang Israel zaman itu Memberi kepada gereja atau Umat Tuhan masa Kini, Beberapa Sikap yang Tepat dan Benar yang patut kita pelajari dalam menyikapi kesulitan Hidup masa kini dan tetap bertahan bahkan Bangkit dan meraih Kemenangan. Sikap-sikap itu ialah :

  1. Mereka Mengharapkan Belas kasihan TUHAN (Mazmur 123:1-2)
    Mazmur ini ditulis ketika jemaat Tuhan jatuh terpuruk dan diinjak-injak. Beberapa orang beranggapan bahwa ini terjadi ketika orang-orang Yahudi menjadi tawanan di Babel, meskipun peristiwa tersebut bukan satu-satunya peristiwa ketika mereka dihina oleh orang-orang sombong dan kaya.

    Pemazmur memulai nyanyiannya dengan berbicara seolah-olah untuk dirinya sendiri saja (ay. 1), tetapi tidak lama kemudian berbicara atas nama jemaat. (FAYH) 1 YA Allah, yang bertakhta di surga, kuangkat mataku kepada-Mu. 2 Kita memandang Yahweh, Allah kita, sambil mengharapkan belas kasihan dan kebaikan hati-Nya, sama seperti seorang hamba laki-laki memandang tuannya atau hamba perempuan memandang nyonyanya sambil mengharapkan kemurahannya.

    Pengakuan yang diungkapkan oleh Umat Allah dengan sungguh-sungguh mengenai iman dan pengharapan kepada Allah. Gelar yang diberikan kepada Allah ialah: “ya Engkau yang bersemayam di sorga”. Tuhan Yesus telah mengajar kita bahwa di dalam doa, kita harus memandang Allah sebagai Bapa Kita yang di Sorga. Sorga adalah tempat yang mahatinggi dan mahakuasa. Dari sana, Dia yang berdiam di dalamnya melihat semua kemalangan yang menimpa umat-Nya, lalu datang untuk menyelamatkan.

    Pemazmur sendiri melayangkan matanya kepada Allah. Mata Orang yang baik tetap terarah kepada TUHAN (Maz. 25:15). Setiap kali berdoa, kita mengangkat jiwa kita, mata jiwa kita, kepada Allah, khususnya ketika sedang menghadapi masalah, seperti yang sedang terjadi dalam mazmur ini. Mata yang memandang kepada TUHAN, mata yang dipenuhi keinginan dan doa, tatapan yang memperlihatkan permohonan serta mata yang menunjukkan ketergantungan, hasrat dan pengharapan, tatapan yang penuh kerinduan.

    Mata Kita haruslah memandang kepada Allah yang adalah TUHAN dan Allah Kita, sampai Ia mengasihani Kita. Umat Tuhan mengharapkan belas kasihan dari-Nya, terus berharap agar Dia mau memperlihatkan belas kasihan kepada kita, dan menantikannya sampai belas kasihan-Nya itu dicurahkan.
  1. Mereka Memohon Belas kasihan TUHAN (Mazmur 123:3-4)
    Di sini kita melihat penyerahan diri Umat kepada Allah dengan penuh kerendahan hati di dalam kemalangan atau kesulitan mereka. Mereka tidak menetapkan kepada Allah apa yang harus dilakukan-Nya bagi mereka, atau mengajukan alasan mengapa Allah harus melakukan itu bagi mereka.

    Mereka Menuntut atau Berdoa memohon belaskasihan Allah sebagaimana dalam ayat 3 (FAYH) “Kasihanilah kami, TUHAN, kasihanilah kami, karena kami sudah kenyang dihina dan diejek oleh orang-orang yang kaya dan sombong”. Mereka menjelaskan kesedihan mereka. Kami sudah cukup kenyang dengan penghinaan. Belas kasihan manusia itu kejam, suka mengejek namun penghiburan kita ialah bahwa pada TUHAN ada kasih setia. Oleh sebab itu, apa pun masalah atau kesulitan yang dihadapi oleh umat Allah, belas kasihan Allah selalu menjadi Obat Manjur.

Kesimpulan:
TUHAN beranugerah bagi Gereja-Nya untuk hadir di dalam dunia yang dicemari oleh dosa dan sekaligus akan menghadapi berbagai kesulitan hidup. Penyakitkah sebagaimana COVID 19 sekarang ini? kesulitan Ekonomikah? atau penghinaan oleh karena Iman kepada TUHAN?

Kesulitan hidup pasti akan dialami oleh manusia pada umumnya dan Umat Tuhan pada khususnya. Namun Gereja TUHAN akan tetap bertahan bahkan akan bangkit dan menang karena TUHAN yang dipercaya itu hidup, berkuasa dan sedang memperhatikan kesulitan Umat-Nya serta akan segera menolong. Karena DIA berbelas kasihan terhadap Umat-Nya, Jika : Pertama, Terus Berharap pada TUHAN yang akan Berbelas Kasihan dan Kedua, Terus Menuntut dan Berdoa Memohon Belas Kasihan-Nya.

“KESULITAN APAPUN TIDAK AKAN PERNAH LEBIH BESAR DARI BELAS KASIHAN TUHAN BAGI UMAT-NYA”

— Pdt. Nelson Neno, MA

Picture of Post oleh: Pdt. Nelson Neno, M.Th

Post oleh: Pdt. Nelson Neno, M.Th

Gembala Sidang GKKA Indonesia Jemaat Sendawar

Disclaimer:
Beberapa bagian isi artikel di situs ini mungkin saja berasal dari berbagai sumber terbuka di internet, hak cipta sepenuhnya dimiliki oleh pemilik aslinya. Proses keberatan silahkan hubungi kami untuk penghapusan atau atribusi yang sesuai.

Kolom Komentar!

Berkomentar sesuai Pedoman Kami

Artikel Terbaru

Menemukan Sauh di Tengah Badai, Alarm Kuat untuk Berdiri Teguh

Dunia berguncang oleh perang, krisis, dan bencana. Ini adalah “alarm rohani” untuk berhenti mengandalkan dunia dan kembali pada Kristus. Saatnya koreksi diri: jangan biarkan cemas menenggelamkan iman. Bangkitlah, angkat mukamu, dan jadilah terang di tengah badai. Harapan sejati hanya ada dalam Tuhan

Pancasila dan Iman Kristen, Menjalin Harmoni dalam Keberagaman

Pancasila dan Iman Kristen memiliki titik temu dalam nilai universal. Sila-silanya selaras dengan ajaran kasih, keadilan, dan persatuan dalam Alkitab. Semangat pancasila diperkuat oleh konsep Tubuh Kristus yang berbeda tapi satu. Kita dipanggil menjadi garam & terang, mewujudkan harmoni di Indonesia

Kenaikan Yesus Kristus – Janji, Kuasa, dan Harapan

Hari Kenaikan Yesus Kristus adalah salah satu momen penting dalam kalender kekristenan. Ini bukan hanya sebuah peristiwa sejarah yang mengisahkan bagaimana Yesus terangkat ke surga 40 hari setelah kebangkitan-Nya, melainkan juga menjadi tanda penggenapan janji, pernyataan kuasa, dan peneguhan pengharapan bagi umat percaya di sepanjang zaman.

Kenaikan Yesus Kristus Merupakan Mahkota Harapan dan Kuasa Roh

Kisah Kenaikan Yesus Kristus tercatat jelas di Alkitab. Peristiwa ini bukan akhir, melainkan awal kuasa Roh Kudus, pemuliaan Yesus sebagai Imam Besar kita, dan jaminan kedatangan-Nya kembali. Renungan ini akan mengajak kita merenungkan bagaimana Kenaikan Yesus relevan dalam kehidupan sehari-hari.

Buat tulisan Anda sendiri seperti Artikel, Kesaksian, Renungan Rohani, Khotbah, Berita dan lain sebagainya.

“Karena kamu menulis, suaramu takkan padam ditelan angin, akan selalu abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari”.
— Pramoedya Ananta Toer
Menulis
Pilih dan Bagikan Pengalamanmu
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Email