Menu Tutup
Jangan Pernah Takut Gagal
Ketakutan itu adalah tanda bahwa seseorang itu ragu dan tidak percaya kepada kuasa Tuhan Yesus. Ketakutan adalah siasat Iblis untuk membelenggu kita sehingga kita enggan untuk melangkah.

Forward from : Ev. Sopiana Djadie, S.Th
Amsal 19 : 21

“Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana.”

Setiap orang pasti memiliki rencana atau rancangan bagi kehidupannya dimasa depan. Karena itu berbagai upaya kita lakukan supaya segala rencana dan keinginan kita terwujud.

Siapa pun kita pasti tidak ingin gagal, bukan? Kegagalan seringkali menjadi momok yang sangat menakutkan bagi semua orang.

Sebagai orang percaya kita tidak perlu takut dengan kegagalan asal kita menyerahkan segala rencana hidup kita kepada Tuhan Yesus Kristus.

Rasul Paulus menasihati, “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.” (Filipi 4:6), sebab oleh karena kehendak Tuhan Yesuslah segala sesuatunya dapat terjadi.

Jika rencana dan kehendak kita selaras dengan kehendak Tuhan Yesus pasti semuanya akan terlaksana, sebab “…Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.” (Ayub 42:2).

Ketakutan itu adalah tanda bahwa seseorang itu ragu dan tidak percaya kepada kuasa Tuhan Yesus. Ketakutan adalah siasat Iblis untuk membelenggu kita sehingga kita enggan untuk melangkah.

Jika kita sadar bahwa kita ini tidak sendiri dalam menjalani hidup ini, tetapi ada Tuhan Yesus yang senantiasa menyertai kita dengan kuasaNya yang tak terbatas itu, maka kita akan berani menghadapi apa pun dalam hidup ini.

Jika kita senantiasa berjalan bersama Tuhan Yesus tidak ada yang perlu ditakutkan, sebab Roh yang ada didalam kita lebih besar dari roh apa pun yang ada didunia.

”Hidup tanpa campur tangan Tuhan Yesus Kristus itulah sumber ketakutan kita!”

Tuhan Yesus meberkati orang yang senantiasa berjalan dan bersandar padanya.

Picture of Post oleh: Ev. Sopiana Djadie, S.Th

Post oleh: Ev. Sopiana Djadie, S.Th

Penginjil pada Gereja Kebangunan Kalam Allah Indonesia Jemaat Sendawar.

Disclaimer:
Beberapa bagian isi artikel di situs ini mungkin saja berasal dari berbagai sumber terbuka di internet, hak cipta sepenuhnya dimiliki oleh pemilik aslinya. Proses keberatan silahkan hubungi kami untuk penghapusan atau atribusi yang sesuai.

Kolom Komentar!

Berkomentar sesuai Pedoman Kami

Artikel Terbaru

Menemukan Sauh di Tengah Badai, Alarm Kuat untuk Berdiri Teguh

Dunia berguncang oleh perang, krisis, dan bencana. Ini adalah “alarm rohani” untuk berhenti mengandalkan dunia dan kembali pada Kristus. Saatnya koreksi diri: jangan biarkan cemas menenggelamkan iman. Bangkitlah, angkat mukamu, dan jadilah terang di tengah badai. Harapan sejati hanya ada dalam Tuhan

Pancasila dan Iman Kristen, Menjalin Harmoni dalam Keberagaman

Pancasila dan Iman Kristen memiliki titik temu dalam nilai universal. Sila-silanya selaras dengan ajaran kasih, keadilan, dan persatuan dalam Alkitab. Semangat pancasila diperkuat oleh konsep Tubuh Kristus yang berbeda tapi satu. Kita dipanggil menjadi garam & terang, mewujudkan harmoni di Indonesia

Kenaikan Yesus Kristus – Janji, Kuasa, dan Harapan

Hari Kenaikan Yesus Kristus adalah salah satu momen penting dalam kalender kekristenan. Ini bukan hanya sebuah peristiwa sejarah yang mengisahkan bagaimana Yesus terangkat ke surga 40 hari setelah kebangkitan-Nya, melainkan juga menjadi tanda penggenapan janji, pernyataan kuasa, dan peneguhan pengharapan bagi umat percaya di sepanjang zaman.

Kenaikan Yesus Kristus Merupakan Mahkota Harapan dan Kuasa Roh

Kisah Kenaikan Yesus Kristus tercatat jelas di Alkitab. Peristiwa ini bukan akhir, melainkan awal kuasa Roh Kudus, pemuliaan Yesus sebagai Imam Besar kita, dan jaminan kedatangan-Nya kembali. Renungan ini akan mengajak kita merenungkan bagaimana Kenaikan Yesus relevan dalam kehidupan sehari-hari.

Buat tulisan Anda sendiri seperti Artikel, Kesaksian, Renungan Rohani, Khotbah, Berita dan lain sebagainya.

“Karena kamu menulis, suaramu takkan padam ditelan angin, akan selalu abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari”.
— Pramoedya Ananta Toer
Menulis
Pilih dan Bagikan Pengalamanmu
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Email