Menu Tutup
Kebahagiaan yang Sejati
Kebahagiaan sejati itu adalah dambaan semua orang dan akan dialami orang benar. Karena itu berasal dari TUHAN, maka ia akan melakukan hal-hal yang baik dan benar baik dalam pandangan Allah maupun manusia...

Mazmur 1 : 1 – 6 

Ini adalah Mazmur pengajaran tentang yang baik dan yang jahat, yang menawarkan kepada kita hidup dan mati, berkat dan kutuk agar kita mengambil jalan yang benar menuju kebahagiaan dan menghindari apa yang pada akhirnya pasti akan berujung kepada kesengsaraan dan kehancuran bagi kita.

Kebahagiaan sejati itu adalah dambaan semua orang. Kebahagiaan sejati akan dialami orang benar karena itu berasal dari TUHAN yang dalam hidupnya ia akan melakukan hal-hal yang baik dan benar baik dalam pandangan Allah maupun manusia.

Dalam Mazmur 1:1-6 ini memberikan kepada kita langkah-langkah menuju kebahagiaan yang sejati yakni:

1. Percaya Kepada TUHAN yang Benar (1-6)

Pengenalan dan iman kepada TUHAN yang benar adalah dasar utama bagi setiap orang untuk mendapatkan atau meraih kebahagiaan sejati. Dasar kepercayaan yang tidak tepat atau salah, akhirnya bukan kebahagiaan sejati yang didapat melainkan kematian kekal dan kesengsaraan yang tiada akhir.

Kenikmatan hidup bukanlah kebahagiaan. Manusia bisa saja menikmati hidup namun bisa tanpa kebahagiaan sejati atau yang didapatkan hanyalah kebahagiaan yang semu. Kebahagiaan sejati bermula dari kepercayaan kepada TUHAN yang benar. Memiliki harta kekayaan yang banyak, bukanlah jaminan untuk memiliki kebahagiaan sejati.

Dalam Terjemahan FAYH Mazmur 128:1-2: “BERBAHAGIALAH semua orang yang menghormati TUHAN dan yang mempercayakan diri kepada-Nya — semua yang taat kepada-Nya! 2 Pahala mereka adalah kemakmuran dan kebahagiaan”.

Dalam Alkitab, TUHAN telah memperkenalkan diri sebagai TUHAN pencipta alam semesta dan manusia juga adalah ciptaan TUHAN yang kepada-Nya manusia harus percaya dengan segenap hati dan mempercayakan diri kepada-Nya.

Maz. 128:4-5 :”Itulah pahala yang diberikan Allah kepada orang-orang yang menghormati Dia dan yang mempercayakan diri kepada-Nya. 5  Kiranya TUHAN selalu melimpahi engkau dengan berkat-berkat dari surga dan juga dengan kebahagiaan manusia”.

Di sini pemazmur sedang memperkenalkan TUHAN yang dipercayanya sebagai TUHAN yang Mahakuasa dan sumber berkat dan Juruselamat bagi setiap orang yang percaya dan menghormati-Nya, baik kepada penerima Mazmur ini yakni orang Israel, maupun bagi Gereja TUHAN masa kini yang sungguh-sungguh mengenal dan percaya kepada-Nya sebagai TUHAN yang Mahakuasa, TUHAN yang adalah sumber berkat dan Juruselamat, serta mempercayakan hidup kepada-Nya.

2. Hidup Sesuai Firman TUHAN (Mazmur 1 : 2-3).

Secara positif, kebahagiaan hanya di dapatkan di dalam hidup sesuai firman TUHAN (a.2) Orang yang hidup seturut firman-Nya akan diberkati dengan keberhasilan (a.3) dan TUHAN berkenan kepadanya (6a). Namun yang lebih penting dari semuanya itu, orang demikian dijamin penuh oleh sang sumber hidup itu sendiri.

TUHAN sendiri memperingatkan Yosua sebagai pemimpin pengganti Musa untuk selalu berpegang kepada Firman TUHAN dan memperkatakannya kepada Orang Israel. Rahasia meraih kebahagiaan sejati adalah bergaul intim dengan TUHAN melalui perenungan akan Firman-Nya.

Di dalam dunia yang penuh dengan tantangan dan zaman yang berbahaya ini, umat TUHAN akan dapat menikmati kebahagiaan jika terus bergaul karib dengan TUHAN melalui perenungan akan Firman-Nya.

3. Bertindak Benar (Mazmur 1 : 1, 4).

Mazmur 1 ini memberikan jawaban kepada gereja bahwa, secara negatif, kebahagiaan yang sejati tidak akan didapat dari perbuatan fasik atau berdosa.

Orang yang mau berbahagia harus menjauhi semua hal yang membawanya berdosa (1). Jika tidak, kehidupan berdosa akan membawa kegagalan hidup (4) dan akhirnya kebinasaan. Bertindak benar pasti dikenan TUHAN namun bertindak baik belum tentu dikenan-Nya.

Pemazmur mengingatkan kepada Orang Israel bahwa mereka sedang berada dalam masyarakat yang luas dan di dalamnya ada orang fasik dan orang benar.  Orang fasik bukan hanya orang yang tidak percaya kepada TUHAN namun bisa jadi orang yang percaya kepada TUHAN namun berlaku jahat.

Pemazmur mengingatkan agar orang Israel dan umat TUHAN masa kini harus cerdas dan dengan pengenalan akan TUHAN yang benar melalui Firman-Nya menjadi dasar untuk bertindak dalam kehidupan dalam keluarga, gereja maupun masyarakat sehingga mempermuliakan TUHAN.

Kesimpulan:

Mazmur ini mengajarkan kepada orang Israel tentang langkah-langkah menuju kebahagiaan yang sejati. Langkah-Langkah itu juga tetap relevan hingga sekarang. Zaman memang berbeda, orangnya berbeda demikian juga tempatnya. Namun, langkah-langkahnya tetap relevan hingga sekarang.

Oleh sebab itu, umat TUHAN masa kini akan dapat meraih kebahagiaan yang sejati dengan cara: Percaya kepada Tuhan yang benar, hidup sesuai Firman Tuhan dan bertindak benar.

Lihat Khotbah Dalam Bentuk Video

Picture of Pdt. DR. Nelson Neno, M.Th

Pdt. DR. Nelson Neno, M.Th

Gembala Sidang GKKA Indonesia Jemaat Sendawar

Disclaimer:
Beberapa bagian isi artikel di situs ini mungkin saja berasal dari berbagai sumber terbuka di internet, hak cipta sepenuhnya dimiliki oleh pemilik aslinya. Proses keberatan silahkan hubungi kami untuk penghapusan atau atribusi yang sesuai.

Kolom Komentar!

Berkomentar sesuai Pedoman Kami

Artikel Terbaru

Berharap kepada Tuhan yang Memulihkan

Ketika kita berseru dalam doa, Tuhan tidak hanya mendengar tetapi juga siap memulihkan dan menyatakan perkara besar. Lewat Yeremia 33:3, Dia mengundang kita untuk datang dengan iman. Di tengah ketidakpastian, percayalah bahwa jawaban-Nya akan menyingkapkan jalan keluar luar biasa yang tak terpahami.

Tetap Setia sampai Garis Akhir

Kesetiaan sejati dibuktikan dengan bertahan menuntaskan misi kehidupan bersama Tuhan. Sesuai 2 Timotius 4:7, kita dipanggil untuk menyelesaikan pertandingan iman dengan tangguh hingga garis akhir. Jangan menyerah di tengah jalan; tetaplah memelihara iman dan integritas di dalam setiap prosesnya.

Memilih Hikmat dalam Setiap Langkah

Menemukan hikmat Tuhan berarti menemukan esensi kehidupan dan perkenanan-Nya. Berdasarkan Amsal 8:35, setiap keputusan yang diambil dengan hikmat akan menuntun kita pada jalan yang benar dan mendatangkan berkat. Mintalah selalu tuntunan-Nya agar setiap langkah kita selaras dengan kehendak Allah.

Memuliakan Tuhan dalam Setiap Keadaan

Pujian kepada Tuhan tidak boleh terhenti oleh situasi, melainkan harus terus dinaikkan setiap hari. Mazmur 96:2 mengajak kita untuk konsisten memuji nama-Nya dan giat membagikan kabar keselamatan. Saat kita bersaksi melalui perkataan dan perbuatan, kita sedang memuliakan Allah di setiap keadaan.

Tuhan Mampu Memakai Masa Sulit untuk Membentuk Kita

Masa-masa sulit sering kali menjadi alat di tangan Tuhan membentuk karakter kita. Yeremia 24:7, Dia berjanji memberikan hati yang baru untuk mengenal-Nya lebih lagi. Ujian hidup bukanlah tanda penolakan, tetapi cara Dia membawa kita kembali bertobat dengan segenap hati menjadi umat kesayangan-Nya.

Buat tulisan Anda sendiri seperti Artikel, Kesaksian, Renungan Rohani, Khotbah, Berita dan lain sebagainya.

“Karena kamu menulis, suaramu takkan padam ditelan angin, akan selalu abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari”.
— Pramoedya Ananta Toer
Menulis
Pilih dan Bagikan Pengalamanmu
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Email

Pencarian

Baca Artikel Terbaru