Menu Tutup
Mengambil Jalan Pintas
renungan rohani kristen gkka sendawar

Renungan Harian

Lukas 9:57-62

9:57 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya melanjutkan perjalanan mereka, berkatalah seorang di tengah jalan kepada Yesus: “Aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi.”

9:58 Yesus berkata kepadanya: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.”

9:59 Lalu Ia berkata kepada seorang lain: “Ikutlah Aku!” Tetapi orang itu berkata: “Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku.”

9:60 Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana.”

9:61 Dan seorang lain lagi berkata: “Aku akan mengikut Engkau, Tuhan, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku.”

9:62 Tetapi Yesus berkata: “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.”

Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku. —Lukas 9:23

Sembari menghirup teh, Nancy menatap keluar jendela rumah temannya dan menghela napas. Hujan musim semi dan sinar mentari telah berpadu menghasilkan hamparan bunga yang berwarna-warni dan indah dalam taman yang terawat baik. “Andai aku punya taman seperti itu tanpa perlu merawatnya,” kata Nancy.

Terkadang jalan pintas itu baik dan praktis. Namun, ada jalan pintas yang bisa mematahkan semangat dan melemahkan kepekaan kita. Contohnya, kita mengingini cinta tetapi enggan menghadapi kesulitan dan kerumitan yang datang dari perbedaan kita dengan pasangan. Kita ingin sukses tetapi tidak mau menerima risiko dan kegagalan yang biasa terjadi dalam kehidupan ini. Kita ingin menyenangkan Allah, sepanjang itu tidak membuat kita susah.

Yesus jelas menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa tak ada jalan pintas untuk menghindari pilihan sulit yang menyertai penyerahan hidup kita kepada-Nya. Dia memperingatkan, “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah” (Luk. 9:62). Mengikut Kristus menuntut kita untuk sepenuhnya loyal kepada-Nya.

Saat percaya kepada Yesus, kita menerima tugas baru. Namun, tugas itu layak untuk kita lakukan karena Dia juga mengatakan kepada kita bahwa setiap orang yang menyerahkan segalanya “karena Aku dan karena Injil . . . pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat . . . dan pada zaman yang akan datang . . . akan menerima hidup yang kekal” (Mrk. 10:29-30). Mengikut Kristus memang sulit, tetapi Dia telah memberi kita Roh-Nya, dan kita pun menerima upah berupa hidup yang berlimpah dengan sukacita sekarang dan selamanya. —Tim Gustafson

Bapa, kekuatan untuk melakukan tugas dari-Mu akan kuterima ketika aku bergantung pada Roh Kudus-Mu. Tolong aku untuk mengingat hal itu hari ini.

Tugas yang layak untuk dilakukan itu biasanya adalah pekerjaan yang sulit.

Picture of Post oleh: GKKA Sendawar

Post oleh: GKKA Sendawar

Admin Media GKKA Indonesia Jemaat Sendawar

Disclaimer:
Beberapa bagian isi artikel di situs ini mungkin saja berasal dari berbagai sumber terbuka di internet, hak cipta sepenuhnya dimiliki oleh pemilik aslinya. Proses keberatan silahkan hubungi kami untuk penghapusan atau atribusi yang sesuai.

Kolom Komentar!

Berkomentar sesuai Pedoman Kami

Artikel Terbaru

Menemukan Sauh di Tengah Badai, Alarm Kuat untuk Berdiri Teguh

Dunia berguncang oleh perang, krisis, dan bencana. Ini adalah “alarm rohani” untuk berhenti mengandalkan dunia dan kembali pada Kristus. Saatnya koreksi diri: jangan biarkan cemas menenggelamkan iman. Bangkitlah, angkat mukamu, dan jadilah terang di tengah badai. Harapan sejati hanya ada dalam Tuhan

Pancasila dan Iman Kristen, Menjalin Harmoni dalam Keberagaman

Pancasila dan Iman Kristen memiliki titik temu dalam nilai universal. Sila-silanya selaras dengan ajaran kasih, keadilan, dan persatuan dalam Alkitab. Semangat pancasila diperkuat oleh konsep Tubuh Kristus yang berbeda tapi satu. Kita dipanggil menjadi garam & terang, mewujudkan harmoni di Indonesia

Kenaikan Yesus Kristus – Janji, Kuasa, dan Harapan

Hari Kenaikan Yesus Kristus adalah salah satu momen penting dalam kalender kekristenan. Ini bukan hanya sebuah peristiwa sejarah yang mengisahkan bagaimana Yesus terangkat ke surga 40 hari setelah kebangkitan-Nya, melainkan juga menjadi tanda penggenapan janji, pernyataan kuasa, dan peneguhan pengharapan bagi umat percaya di sepanjang zaman.

Kenaikan Yesus Kristus Merupakan Mahkota Harapan dan Kuasa Roh

Kisah Kenaikan Yesus Kristus tercatat jelas di Alkitab. Peristiwa ini bukan akhir, melainkan awal kuasa Roh Kudus, pemuliaan Yesus sebagai Imam Besar kita, dan jaminan kedatangan-Nya kembali. Renungan ini akan mengajak kita merenungkan bagaimana Kenaikan Yesus relevan dalam kehidupan sehari-hari.

Buat tulisan Anda sendiri seperti Artikel, Kesaksian, Renungan Rohani, Khotbah, Berita dan lain sebagainya.

“Karena kamu menulis, suaramu takkan padam ditelan angin, akan selalu abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari”.
— Pramoedya Ananta Toer
Menulis
Pilih dan Bagikan Pengalamanmu
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Email