Menu Tutup
Pembentukan Tuhan Bagi Kita
Tuhan belum selesai berurusan dengan kita selama kita masih saja memberontak dan hidup menyimpang dari jalan kebenaran-Nya.

Ev. Sopiana Djadie, S.Th
Hamba Tuhan pada Gereja Kebangunan Kalam Allah Indonesia Jemaat Sendawar
— Diteruskan dari : Whatsapp Group GKKA Sendawar 

“Tetapi sekarang, ya TUHAN, Engkaulah Bapa kami! Kamilah tanah liat dan Engkaulah yang membentuk kami, dan kami sekalian adalah buatan tangan-Mu.”
Yesaya 64:8

Allah menggambarkan diri-Nya sebagai tukang periuk (penjunan) yang sedang membentuk sebuah periuk (umat-Nya). Sebagai penjunan, Allah berhak melakukan apa saja kepada periuk-Nya menurut yang dikehendaki-Nya.

Hidup orang percaya digambarkan seperti tanah liat di tangan sang penjunan. Dan Tuhan adalah Sang Penjunan.

Untuk menjadi bejana yang berdaya guna dan bernilai, tanah liat harus mengalami proses pembentukan sedemikian rupa sampai menjadi lumat, lentur dan lunak. Lalu mulailah tangan Tuhan bekerja, mengambil gumpalan tanah liat itu dan membentuknya sesuai kehendak-Nya.

Kita takkan bisa lari dari yang namanya ‘proses’ pembentukan, sebab tidak ada istilah instan di dalam Tuhan.

“Beginilah firman TUHAN, Penebusmu, yang membentuk engkau sejak dari kandungan; ‘Akulah TUHAN, yang menjadikan segala sesuatu, yang seorang diri membentangkan langit, yang menghamparkan bumi–siapakah yang mendampingi Aku?'”
(Yesaya 44:24).

Pembentukan Tuhan memang sakit dan tak menyenangkan, seperti berada di padang gurun, karena itulah banyak orang mengeluh, mengomel dan memberontak. Karena terus memberontak kepada Tuhan, bangsa Israel harus berputar-putar selama 40 tahun di padang gurun sebelum mencapai Tanah Perjanjian.

Tuhan belum selesai berurusan dengan kita selama kita masih saja memberontak dan hidup menyimpang dari jalan kebenaran-Nya.

“Celakalah orang yang berbantah dengan Pembentuknya; dia tidak lain dari beling periuk saja! Adakah tanah liat berkata kepada pembentuknya: ‘Apakah yang kaubuat?’ atau yang telah dibuatnya: ‘Engkau tidak punya tangan!’
(Yesaya 45:9).

Milikilah penyerahan diri kepada Tuhan saat diproses, sebab Tuhan tahu yang terbaik untuk kita.

“Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya.”
(Yeremia 18:4).

”Kita ini buatan Tuhan, diciptakan dalam Kristus untuk melakukan perbuatan baik .”
(Efesus 2:10)

Ingat kita ada karena AnugerahNya!

Tuhan Yesus Memberkati.

Picture of Post oleh: Ev. Sopiana Djadie, S.Th

Post oleh: Ev. Sopiana Djadie, S.Th

Penginjil pada Gereja Kebangunan Kalam Allah Indonesia Jemaat Sendawar.

Disclaimer:
Beberapa bagian isi artikel di situs ini mungkin saja berasal dari berbagai sumber terbuka di internet, hak cipta sepenuhnya dimiliki oleh pemilik aslinya. Proses keberatan silahkan hubungi kami untuk penghapusan atau atribusi yang sesuai.

Kolom Komentar!

Berkomentar sesuai Pedoman Kami

Artikel Terbaru

Menemukan Sauh di Tengah Badai, Alarm Kuat untuk Berdiri Teguh

Dunia berguncang oleh perang, krisis, dan bencana. Ini adalah “alarm rohani” untuk berhenti mengandalkan dunia dan kembali pada Kristus. Saatnya koreksi diri: jangan biarkan cemas menenggelamkan iman. Bangkitlah, angkat mukamu, dan jadilah terang di tengah badai. Harapan sejati hanya ada dalam Tuhan

Pancasila dan Iman Kristen, Menjalin Harmoni dalam Keberagaman

Pancasila dan Iman Kristen memiliki titik temu dalam nilai universal. Sila-silanya selaras dengan ajaran kasih, keadilan, dan persatuan dalam Alkitab. Semangat pancasila diperkuat oleh konsep Tubuh Kristus yang berbeda tapi satu. Kita dipanggil menjadi garam & terang, mewujudkan harmoni di Indonesia

Kenaikan Yesus Kristus – Janji, Kuasa, dan Harapan

Hari Kenaikan Yesus Kristus adalah salah satu momen penting dalam kalender kekristenan. Ini bukan hanya sebuah peristiwa sejarah yang mengisahkan bagaimana Yesus terangkat ke surga 40 hari setelah kebangkitan-Nya, melainkan juga menjadi tanda penggenapan janji, pernyataan kuasa, dan peneguhan pengharapan bagi umat percaya di sepanjang zaman.

Kenaikan Yesus Kristus Merupakan Mahkota Harapan dan Kuasa Roh

Kisah Kenaikan Yesus Kristus tercatat jelas di Alkitab. Peristiwa ini bukan akhir, melainkan awal kuasa Roh Kudus, pemuliaan Yesus sebagai Imam Besar kita, dan jaminan kedatangan-Nya kembali. Renungan ini akan mengajak kita merenungkan bagaimana Kenaikan Yesus relevan dalam kehidupan sehari-hari.

Buat tulisan Anda sendiri seperti Artikel, Kesaksian, Renungan Rohani, Khotbah, Berita dan lain sebagainya.

“Karena kamu menulis, suaramu takkan padam ditelan angin, akan selalu abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari”.
— Pramoedya Ananta Toer
Menulis
Pilih dan Bagikan Pengalamanmu
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Email