Menu Tutup
Rahasia Pemimpin yang Berhasil
Yosua, Ia adalah abdi Musa dan oleh karena Musa telah meninggal, maka harus ada pemimpin yang membawa Orang Israel menuju ke tanah Kanaan, tanah yang dijanjikan TUHAN.

Oleh Pdt. Nelson Neno, MA
Yosua 1 : 1 – 18 

Banyak pemimpin di dunia yang mungkin dianggap telah berhasil dalam memimpin namun tidaklah demikian dengan Yosua.

Ia adalah abdi Musa dan oleh karena Musa telah meninggal, maka harus ada pemimpin yang membawa Orang Israel menuju ke tanah Kanaan, tanah yang dijanjikan TUHAN kepada Abraham leluhur mereka dan sekarang Orang Israel sudah hampir tiba namun pemimpin mereka, Musa telah meninggal.

Kendati pun perjalanan mereka hampir tiba, namun Orang Israel harus menghadapi banyak rintangan baik faktor alam maupun harus berperang melawan bangsa-bangsa yang lain demi menempati daerah terjanji tersebut.

Alkitab memberi kita catatan bahwa, Orang Israel akhirnya berhasil menempati atau memasuki tanah perjanjian tersebut dan mereka tetap setia kepada TUHAN semasa Hidup Yosua.

Pertanyaan yang patut kita Renungkan ialah: Apa Rahasia-rahasianya sehingga Yosua sang Pemimpin Berhasil Membawa Orang Israel Memasuki Tanah Perjanjian dan tetap memelihara Iman kepada TUHAN semasa hidupnya tersebut?

Kitab Yosua 1:1-18 Memberikan kepada Kita Rahasia-rahasia itu bagi Kita Umat Tuhan pada Khususnya dan Umat manusia pada umumnya agar kita pun dapat berhasil dalam memimpin yakni:

  1. Dipilih dan ditetapkan TUHAN (Yosua 1:1-2)
    Pemilihan TUHAN atas Yosua adalah Mutlak kehendak TUHAN. Namun jika kita melihat rekam jejak daripada Yosua, memang Yosua juga telah melewati proses yang panjang dimana ia menjadi abdi Musa sejak keluar dari Mesir, bagaimana ia di bawah binaan Musa telah belajar dan memimpin langsung dan bersama Orang Israel dalam pertempuran atau peperangan melawan bangsa-bangsa yang berusaha menghalangi dan memerangi Orang Israel.Yosua juga pernah bertugas menjaga Perkemahan ketika TUHAN berbicara dengan Musa seperti seorang sahabat dan perlu diketahui bahwa setiap orang yang menghampiri kemah maka Orang tersebut mati oleh karena kemarahan TUHAN oleh karena kekudusan TUHAN sangat dinyatakan.Yosua bahkan sampai mendengar TUHAN berbicara dengan Musa atasannya Hamba TUHAN itu sebagaimana Kitab Keluaran 33:11 :“Dan TUHAN berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka seperti seorang berbicara kepada temannya; kemudian kembalilah ia ke perkemahan. Tetapi abdinya, Yosua bin Nun, seorang yang masih muda, tidaklah meninggalkan kemah itu”.

    Penunjukan TUHAN kepada Yosua untuk menggantikan Musa sangat jelas sehingga tidak menimbulkan multi tafsir seakan ada Orang lain yang akan memimpin Orang Israel memasuki tanah Kanaan sebagaimana Terjemahan FAYH dari Yosua 1:1-2: “SESUDAH Musa, hamba TUHAN, meninggal dunia, Allah berfirman kepada pembantu Musa yang bernama Yosua putra Nun, 2 “Karena sekarang hamba-Ku Musa sudah mati, engkau Kujadikan pemimpin Israel yang baru. Pimpinlah segenap umat-Ku menyeberangi Sungai Yordan dan masuk ke Negeri Perjanjian”.

  2. Taat kepada TUHAN dalam Melakukan Firman-Nya (Yos. 1:3-12)
    Ketaatan Yosua kepada TUHAN didasarkan pada Iman dan pengenalannya kepada TUHAN, dan kesiapannya untuk melanjutkan kepemimpinan Musa dalam membawa Orang Israel memasuki tanah perjanjian mulai direalisasikan.Ayat 10-11: “Lalu Yosua memberi perintah kepada pengatur-pengatur pasukan bangsa itu, katanya: 11 “Jalanilah seluruh perkemahan dan perintahkanlah kepada bangsa itu, demikian: Sediakanlah bekalmu, sebab dalam tiga hari kamu akan menyeberangi sungai Yordan ini untuk pergi menduduki negeri yang akan diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk diduduki.” Yosua menyadari bahwa Penyertaan TUHAN dalam meraih keberhasilan juga berarti harus melibatkan pihak lain dan keberhasilan tidak dapat diraih tanpa kerjasama dan dukungan dari pihak lain.Ketaatan Yosua dinyatakan dalam kerja keras dan kerja cerdas. Hal ini Nampak dengan bagaimana ia memberdayakan dan melibatkan para pemimpin terlatih dan berpengalaman dari Orang Israel dalam bidang mereka masing-masing. Ketaatan dan Keyakinan Yosua akan janji penyertaan TUHAN inilah yang Dasar keberanian Yosua sebagai pemimpin dan Orang Israel dalam bertindak.

    Kepercayaannya kepada TUHAN direalisasikan dalam tindakannya yang taat untuk melakukan apa yang TUHAN perintahkan kepada Yosua untuk meneguhkan hatinya dan terus berpegang kepada Firman TUHAN:
    8 Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung. 9 Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, kemana pun engkau pergi.”

    Dengan demikian Rahasia keberhasilan Yosua sebagai pemimpin bagi Orang Israel yang juga menjadi Rahasia bagi Pemimpin masa kini ialah bagaimana Melatih dan memaksakan diri untuk taat kepada TUHAN dalam menjalankan perintah-Nya dengan senantiasa mempercayai janji penyertaan TUHAN dalam hidup dan tanggungjawab yang dipercayakan-Nya dan selalu melibatkan orang-orang yang tepat di bidang masing-masing sehingga tidak kerja seorang diri atau ”one man show”.

  3. Memelihara Persatuan dalam Persaudaraan (Yos. 1:12-18)
    Yosua telah mendapat tanggungjawab sebagai pemimpin dan ia harus memelihara persatuan dari orang-orang yang dipimpinnya.Ketika Yosua memimpin Orang Israel yang akan memasuki tanah perjanjian, dua suku setengah yakni Suku Ruben, suku Gad dan setengah dari suku Manasye yang sudah mendapat bagian tanah untuk ditempati di seberang sungai Yordan, mereka harus memelihara persatuan dalam persaudaraan dalam bani Israel untuk berperang merebut tanah Kanaan bersama saudara-saudara mereka yang lain sampai mereka memasuki dan menempati daerah bagi mereka masing-masing sesuai yang diundikan.Panggilan untuk memimpin, juga adalah panggilan untuk memelihara persatuan dalam persaudaraan.

    Yosua telah mengupayakan itu dan semua direspon dengan baik untuk taat akan perintah Yosua sebagai bentuk dukungan kepatuhan mereka kepada Yosua sebagai Pemimpin yang penuh dengan roh kebijaksanaan.

    Sebagaimana dicatat dalam Ul 34:9: “Dan Yosua bin Nun penuh dengan roh kebijaksanaan, sebab Musa telah meletakkan tangannya ke atasnya. Sebab itu orang Israel mendengarkan dia dan melakukan seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa”.

Kesimpulan:
Setiap pemimpin berhak untuk berhasil dan meraihnya. Dalam meraihnya, masing-masing pemimpin memiliki rahasia-rahasianya namun pelajaran yang diambil dari Tokoh Yosua sebagai pengganti Musa dalam memimpin orang israel berhasil memasuki Tanah Kanaan dan orang israel yang tetap setia kepada TUHAN semasa hidupnya patut menjadi pegangan pemimpin-pemimpin dan calon pemimpin masa kini dan yang akan datang walaupun zamannya berbeda, daerah dan tantangan tidak sama namun kebenaran-kebenaran atau rahasia-rahasia ini tetap relevan dalam setiap zaman yakni:

Pertama, dipilih dan ditetapkan TUHAN; Kedua, TAAT kepada Tuhan dalam melakukan firman-Nya; dan Ketiga, Memelihara persatuan dalam persaudaraan.

Kiranya pemimpin-pemimpin masa kini dan calon-calon pemimpin yang akan datang bersedia menerima tanggungjawab memimpin sebagai ketetapan TUHAN, mau taat kepada Tuhan dalam melakukan firman-Nya serta selalu Berusaha memelihara persatuan dalam persaudaraan dalam zaman yang sulit dan penuh tantangan ini.

“JIKA TUHAN HENDAK MENJADIKAN SESEORANG PEMIMPIN, TIDAK SEORANGPUN YANG MAMPU MENGGAGALKANNYA”

Picture of Post oleh: Pdt. Nelson Neno, M.Th

Post oleh: Pdt. Nelson Neno, M.Th

Gembala Sidang GKKA Indonesia Jemaat Sendawar

Disclaimer:
Beberapa bagian isi artikel di situs ini mungkin saja berasal dari berbagai sumber terbuka di internet, hak cipta sepenuhnya dimiliki oleh pemilik aslinya. Proses keberatan silahkan hubungi kami untuk penghapusan atau atribusi yang sesuai.

Kolom Komentar!

Berkomentar sesuai Pedoman Kami

Artikel Terbaru

Menemukan Sauh di Tengah Badai, Alarm Kuat untuk Berdiri Teguh

Dunia berguncang oleh perang, krisis, dan bencana. Ini adalah “alarm rohani” untuk berhenti mengandalkan dunia dan kembali pada Kristus. Saatnya koreksi diri: jangan biarkan cemas menenggelamkan iman. Bangkitlah, angkat mukamu, dan jadilah terang di tengah badai. Harapan sejati hanya ada dalam Tuhan

Pancasila dan Iman Kristen, Menjalin Harmoni dalam Keberagaman

Pancasila dan Iman Kristen memiliki titik temu dalam nilai universal. Sila-silanya selaras dengan ajaran kasih, keadilan, dan persatuan dalam Alkitab. Semangat pancasila diperkuat oleh konsep Tubuh Kristus yang berbeda tapi satu. Kita dipanggil menjadi garam & terang, mewujudkan harmoni di Indonesia

Kenaikan Yesus Kristus – Janji, Kuasa, dan Harapan

Hari Kenaikan Yesus Kristus adalah salah satu momen penting dalam kalender kekristenan. Ini bukan hanya sebuah peristiwa sejarah yang mengisahkan bagaimana Yesus terangkat ke surga 40 hari setelah kebangkitan-Nya, melainkan juga menjadi tanda penggenapan janji, pernyataan kuasa, dan peneguhan pengharapan bagi umat percaya di sepanjang zaman.

Kenaikan Yesus Kristus Merupakan Mahkota Harapan dan Kuasa Roh

Kisah Kenaikan Yesus Kristus tercatat jelas di Alkitab. Peristiwa ini bukan akhir, melainkan awal kuasa Roh Kudus, pemuliaan Yesus sebagai Imam Besar kita, dan jaminan kedatangan-Nya kembali. Renungan ini akan mengajak kita merenungkan bagaimana Kenaikan Yesus relevan dalam kehidupan sehari-hari.

Buat tulisan Anda sendiri seperti Artikel, Kesaksian, Renungan Rohani, Khotbah, Berita dan lain sebagainya.

“Karena kamu menulis, suaramu takkan padam ditelan angin, akan selalu abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari”.
— Pramoedya Ananta Toer
Menulis
Pilih dan Bagikan Pengalamanmu
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Email