Menu Tutup
Tuhan Segala Bangsa
Oleh sebab itu, panggilan untuk memuji TUHAN patut direspon dengan benar oleh gereja dan meneruskannya kepada segala bangsa karena segala Bangsa di seluruh dunia masih sangat membutuhkan seruan ini, baik di dalam gereja maupun di luar gereja Sebab DIA adalah TUHAN UNTUK SEGALA BANGSA bukan hanya bagi Orang Israel. Inilah tanggung jawab gereja TUHAN masa kini.

Mazmur 117 : 1-2

117:1Pujilah TUHAN, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa!
117:2Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan TUHAN untuk selama-lamanya. Haleluya!

Mazmur ini adalah Mazmur paling singkat dan mungkin juga menjadi alasan Mazmur ini sering dinyanyikan. Jika kita memahami dan mempertimbangkannya dengan benar, maka mazmur ini akan kita nyanyikan dengan lebih sering karena indah, terutama bagi kita para pendosa yang bukan Yahudi, yang mendapat perhatian istimewa dalam mazmur ini.

Mazmur 117:1-2 Memberikan kepada Kita Beberapa Hal Penting bahwa hanya Tuhan yang harus disembah dan DIA-lah TUHAN SEGALA BANGSA yakni:

  1. PANGGILAN SERIUS KEPADA SEMUA BANGSA UNTUK MEMUJI TUHAN (Mazmur 117:1)
    Banyak hal yang berkaitan dengan Injil dalam Mazmur ini. Rasul Paulus sudah memberi kunci untuk memahaminya Roma 15:11 Dan lagi: “Pujilah Tuhan, hai kamu semua bangsa-bangsa, dan biarlah segala suku bangsa memuji Dia.” Dimana ia mengutipnya sebagai bukti bahwa Injil akan diberitakan kepada dan akan disambut oleh bangsa-bangsa bukan Yahudi, yang pada saat itu masih merupakan batu sandungan yang begitu besar bagi orang-orang Yahudi.

    Pada bagian pembukaan, bukan ditujukan umat Israel saja yang diundang untuk memuji Tuhan, melainkan segala bangsa dan segala suku bangsa. Ini memperlihatkan adanya unsur universal karena sudah berabad-abad panggilan ini disuarakan kepada Kaum Yehuda tetapi Mazmur ini memberi pemahaman akan Luasnya jangkauan Jemaat Injil (Maz. 117:1).

    Selama berabad-abad lamanya, hanya di Yehuda Allah dikenal dan nama-Nya dipuji. Anak-anak Lewi dan keturunan Israel memuji-Nya, tetapi bangsa-bangsa yang lain memuji-muji dewa-dewa dari kayu dan batu (Dan. 5:4). Selama itu sama sekali tidak ada ibadah yang dipersembahkan, setidak-tidaknya secara terang-terangan, yang kita ketahui, kepada Allah yang benar dan hidup. Tetapi di sini segala bangsa dipanggil untuk memuji Tuhan yang tidak dapat diterapkan pada masa-masa Perjanjian Lama.

    Tetapi Injil Kristus diperintahkan untuk diberitakan kepada segala bangsa, dan melalui Dia dinding pemisah dirubuhkan, dan orang-orang yang tadinya jauh dibuat dekat. Inilah misteri yang tersembunyi selama berabad-abad dalam nubuatan, tetapi yang pada akhirnya disingkapkan dalam penggenapannya, bahwa orang-orang bukan Yahudi turut menjadi ahli-ahli waris (Ef. 3:3,6) Rahasia itu ialah ini: Melalui Kabar Baik itu, orang bukan Yahudi turut merasakan berkat-berkat Allah yang dahulu disediakan hanya untuk orang Yahudi. Orang-orang bukan Yahudi sudah menjadi anggota dari tubuh yang sama, dan turut menerima apa yang dijanjikan Allah melalui Kristus Yesus (BIS).
  1. ANUGERAH INJIL MENJADI POKOK PUJIAN GEREJA (Mazmur 117:2)
    Dalam Injil, sifat-sifat Allah yang ternama, yakni rahmat kebenaran-Nya, bersinar paling cemerlang dengan sendirinya dan paling mendatangkan penghiburan bagi kita.

    Tatkala Paulus mengutip mazmur ini, memperhatikan sifat-sifat ini sebagai dua perkara besar untuknya bangsa-bangsa bukan Yahudi harus memuliakan Allah (Roma 15:8-9), karena Kebenaran Allah dan karena Rahmat-Nya.

    Ketika kita menikmati Injil, mempunyai alasan untuk memuji Tuhan yakni: Pertama, Karena kasih-Nya yang hebat atas kita. Kasih-Nya yang kuat dan besar untuk mengampuni dosa-dosa yang besar (Amsal 5:12) dan untuk mengerjakan keselamatan yang besar. Kedua, karena Kekalnya kebenaran-Nya: Kesetiaan TUHAN untuk selama-lamanya. Karena Rahmat Allah belaka kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi, sehingga Injil diberitakan kepada mereka. Ini terjadi karena Kasih dan Rahmat Allah kepada mereka yang melampaui apa yang pantas mereka dapatkan.

Kesimpulan:
TUHAN yang telah serukan kepada Orang Yehuda dan Orang Israel untuk memuji Dia adalah TUHAN Pencipta dan Pemilik alam semesta, yang Mahakudus dan Kekal adanya. Ia adalah TUHAN yang beranugerah kepada Manusia untuk Menyelamatkan dan senantiasa menyatakan eksistensinya.

Gereja Tuhan perlu memahami dan menyadari hal ini sebagai PANGGILAN YANG SERIUS UNTUK MEMUJI TUHAN KARENA KASIH-NYA YANG HEBAT DAN KESETIAAN TUHAN YANG ABADI.

Oleh sebab itu, panggilan untuk memuji TUHAN patut direspon dengan benar oleh gereja dan meneruskannya kepada segala bangsa karena segala Bangsa di seluruh dunia masih sangat membutuhkan seruan ini, baik di dalam gereja maupun di luar gereja Sebab DIA adalah TUHAN UNTUK SEGALA BANGSA bukan hanya bagi Orang Israel. Inilah tanggung jawab gereja TUHAN masa kini.

Penulis : Pdt. Nelson Neno, MA
Gembala Sidang GKKA Jemaat Sendawar

Picture of Post oleh: Pdt. Nelson Neno, M.Th

Post oleh: Pdt. Nelson Neno, M.Th

Gembala Sidang GKKA Indonesia Jemaat Sendawar

Disclaimer:
Beberapa bagian isi artikel di situs ini mungkin saja berasal dari berbagai sumber terbuka di internet, hak cipta sepenuhnya dimiliki oleh pemilik aslinya. Proses keberatan silahkan hubungi kami untuk penghapusan atau atribusi yang sesuai.

Kolom Komentar!

Berkomentar sesuai Pedoman Kami

Artikel Terbaru

Menemukan Sauh di Tengah Badai, Alarm Kuat untuk Berdiri Teguh

Dunia berguncang oleh perang, krisis, dan bencana. Ini adalah “alarm rohani” untuk berhenti mengandalkan dunia dan kembali pada Kristus. Saatnya koreksi diri: jangan biarkan cemas menenggelamkan iman. Bangkitlah, angkat mukamu, dan jadilah terang di tengah badai. Harapan sejati hanya ada dalam Tuhan

Pancasila dan Iman Kristen, Menjalin Harmoni dalam Keberagaman

Pancasila dan Iman Kristen memiliki titik temu dalam nilai universal. Sila-silanya selaras dengan ajaran kasih, keadilan, dan persatuan dalam Alkitab. Semangat pancasila diperkuat oleh konsep Tubuh Kristus yang berbeda tapi satu. Kita dipanggil menjadi garam & terang, mewujudkan harmoni di Indonesia

Kenaikan Yesus Kristus – Janji, Kuasa, dan Harapan

Hari Kenaikan Yesus Kristus adalah salah satu momen penting dalam kalender kekristenan. Ini bukan hanya sebuah peristiwa sejarah yang mengisahkan bagaimana Yesus terangkat ke surga 40 hari setelah kebangkitan-Nya, melainkan juga menjadi tanda penggenapan janji, pernyataan kuasa, dan peneguhan pengharapan bagi umat percaya di sepanjang zaman.

Kenaikan Yesus Kristus Merupakan Mahkota Harapan dan Kuasa Roh

Kisah Kenaikan Yesus Kristus tercatat jelas di Alkitab. Peristiwa ini bukan akhir, melainkan awal kuasa Roh Kudus, pemuliaan Yesus sebagai Imam Besar kita, dan jaminan kedatangan-Nya kembali. Renungan ini akan mengajak kita merenungkan bagaimana Kenaikan Yesus relevan dalam kehidupan sehari-hari.

Buat tulisan Anda sendiri seperti Artikel, Kesaksian, Renungan Rohani, Khotbah, Berita dan lain sebagainya.

“Karena kamu menulis, suaramu takkan padam ditelan angin, akan selalu abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari”.
— Pramoedya Ananta Toer
Menulis
Pilih dan Bagikan Pengalamanmu
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Email