1 Tesalonika 3:10 (TB) “Siang malam kami berdoa sungguh-sungguh, supaya kita dapat bertemu muka dengan muka dan menambahkan apa yang masih kurang pada imanmu.”
Dalam perjalanan iman, setiap orang pasti mengalami proses pertumbuhan. Tidak ada seorang pun yang langsung memiliki iman yang sempurna sejak awal percaya kepada Tuhan. Iman perlu dipelihara, dibangun, dan terus dikuatkan melalui hubungan yang dekat dengan Tuhan.
Dalam 1 Tesalonika 3, Paulus menunjukkan perhatian dan kasihnya yang besar kepada jemaat Tesalonika. Setelah memberitakan Injil di sana, Paulus harus meninggalkan mereka karena berbagai keadaan. Namun, hatinya tetap tertuju kepada jemaat tersebut karena ia ingin memastikan bahwa iman mereka tetap kuat meskipun menghadapi tekanan dan kesulitan.
Paulus memahami bahwa kehidupan orang percaya tidak selalu berjalan mudah. Ada tantangan, pencobaan, dan berbagai keadaan yang dapat melemahkan iman. Karena itu, Paulus tidak hanya bersukacita ketika seseorang menerima Injil, tetapi juga memiliki kerinduan agar mereka terus bertumbuh dalam iman.
Dalam ayat 10, Paulus menunjukkan bahwa pertumbuhan iman membutuhkan perhatian dan pendampingan. Ia berdoa dengan sungguh-sungguh agar dapat bertemu kembali dengan jemaat Tesalonika untuk menolong mereka memperkuat bagian-bagian iman yang masih kurang.
Hal ini mengajarkan bahwa kehidupan Kristen bukanlah perjalanan yang dijalani sendirian. Setiap orang membutuhkan komunitas, bimbingan, dan dukungan rohani agar dapat bertumbuh menjadi semakin dewasa di dalam Kristus.
Sering kali manusia hanya memperhatikan awal perjalanan iman seseorang, tetapi lupa bahwa pertumbuhan membutuhkan proses yang panjang. Sama seperti seorang anak yang membutuhkan pendampingan untuk bertumbuh, demikian juga kehidupan rohani membutuhkan pengajaran, doa, dan hubungan yang membangun.
Hari ini, mari kita melihat kembali kondisi iman kita.
Apakah kita terus bertumbuh dalam mengenal Tuhan?
Apakah kita mau menerima nasihat dan bimbingan dari orang lain?
Atau kita merasa sudah cukup dan tidak lagi membutuhkan pertumbuhan?
Selain itu, kita juga dipanggil untuk memiliki hati seperti Paulus, yaitu tidak hanya memikirkan pertumbuhan iman diri sendiri, tetapi juga peduli terhadap pertumbuhan iman orang lain.
Sebab iman yang sehat bukan hanya iman yang bertahan ketika menghadapi ujian, tetapi iman yang terus bertumbuh dan semakin kuat melalui proses bersama Tuhan.
“Allah dapat memakai kesulitan untuk membawa iman dari sekadar pengetahuan tentang Dia menuju pengalaman berjalan bersama-Nya.” — John Wesley





