Menu Tutup
Iman yang Kokoh di Dalam Kesulitan
Kesulitan Hidup atau Penderitaan pasti dialami oleh setiap umat manusia termasuk Umat Tuhan sekalipun. Penderitaan dapat menjadi hal yang diijinkan TUHAN untuk menguji sejauh mana Iman Umat-Nya

Oleh Pdt. Nelson Neno, MA
1 Tesalonika 2 : 13 – 20

Kesulitan adalah bagian dari kehidupan manusia termasuk Orang yang Percaya kepada Tuhan sekalipun. Kesulitan dapat membuat orang bertindak gegabah dan tidak bijaksana, namun kesulitan juga dapat membuat orang harus mengambil langkah konkret untuk bagaimana bisa bertahan hidup atau bisa lepas darinya.

Dalam Kitab 1 Tesalonika 2:13-20, Oleh Rasul Paulus memaparkan kepada Kita sebagai Umat Tuhan masa kini, Rahasia-rahasia bagaimana Jemaat Tuhan di Tesalonika tetap memiliki Iman yang Kokoh Kepada Tuhan di dalam Kesulitan.

Berikut Rahasia-rahasia Iman Yang Kokoh di Dalam Kesulitan yang bisa kita teladani di dalam Hidup kita pada masa kini:

  1. Mendengar dan Percaya Firman Allah yang diberitakan (1 Tes. 2 : 13)
    Jemaat Tuhan di Tesalonika berasal dari latar belakang kepercayaan kepada berhala-berhala (1:9) yang sudah sekian lama menjadi kepercayaan mereka bahkan nenek moyang mereka.Respon Orang Tesalonika untuk percaya kepada Tuhan dengan menerima firman yang diberitakan kepada mereka ialah karena dikasihi Allah dan bahwa Ia telah memilih Orang-orang Tesalonika (1:4).Sebagai Pemberita Injil Allah, Rasul Paulus sangat bersyukur dan bersukacita oleh karena respon yang sangat tepat oleh orang-orang Tesalonika dalam menerima Firman Allah sebagaimana diungkapkan dalam ayat 13: “Dan karena itulah kami tidak putus-putusnya mengucap syukur juga kepada Allah, sebab kamu telah menerima firman Allah yang kami beritakan itu, bukan sebagai perkataan manusia, tetapi — dan memang sungguh-sungguh demikian — sebagai firman Allah, yang bekerja juga di dalam kamu yang percaya”.

    Firman TUHAN itu hidup dan bekerja di dalam hati Orang percaya. Firman Tuhan yang diberitakan oleh Rasul Paulus dan yang dipercaya oleh orang-orang di Tesalonika juga adalah Firman Tuhan yang dipercaya oleh Umat Tuhan yakni Gereja masa kini dan tetap relevan di setiap jaman. Inilah yang menjadi kekuatan dan dasar kepercayaan Orang Tesalonika zaman itu dan harus menjadi dasar kepercayaan gereja masa kini.

  2. Tetap Taat kepada TUHAN (1 Tes. 2 : 14a)
    Arti kata TAAT ialah senantiasa tunduk, patuh, tidak curang, setia, saleh juga memiliki arti kuat beribadah. Mereka tidak memiliki iman yang pasif tetapi aktif yang dipraktekkan dalam hidup yang nyata.Rasul Paulus mengakui ketaatan umat di Tesalonika dalam beribadah kepada TUHAN, kendatipun sedang menghadapi atau mengalami penderitaan dari orang-orang sebangsa mereka. Ini suatu Rahasia yang luar biasa tentang ketaatan mereka kepada TUHAN di masa sulit sekalipun.Gereja TUHAN masa kini perlu memahami hal ini bahwa Percaya kepada TUHAN YESUS bukan berarti bebas dari penderitaan dan kesulitan. Justru terkadang hal itu diijinkan TUHAN sebagai sebuah batu ujian bagi Iman kita apakah tetap giat beribadah kepada-Nya atau tidak. Jemaat Tuhan di Tesalonika sudah membuktikan hal ini, dan kiranya umat TUHAN masa kini dapat meneladaninya.
  3. Sabar Dalam Menanggung Penderitaan (1 Tes. 2 : 14b – 20)
    Sikap Orang dalam menghadapi Penderitaan berfariatif termasuk Orang Kristen sekalipun. Ada yang mempersalahkan diri sendiri, ada yang menuduh mempersalahkan orang lain atau pihak lain termasuk TUHAN sekalipun.Pemahaman yang benar tentang penderitaan dapat menentukan sikap dalam menghadapinya dan bahkan mencari solusinya. Jemaat di Tesalonika menyadari bahwa mereka mengalami penderitaan akibat Iman mereka kepada Kristus dan dari pihak saudara sebangsanya sebagai akibat penolakan dan ketidakpercayaan kepada TUHAN sebagaimana disampaikan oleh Paulus yang juga telah mengalaminya.Fakta Orang Tesalonika sedang menderita karena Iman kepada Kristus, kendatipun demikian mereka tidak mencela TUHAN dan mempertanyakan Kehadiran-Nya, mereka tetap bersabar di dalamnya dan tidak berubah setia kepada TUHAN. Orang yang menyebabkan penderitaan inipun akan menuai hasil dari perbuatannya (2:16).

Kesimpulan
Kesulitan Hidup atau Penderitaan pasti dialami oleh setiap umat manusia termasuk Umat Tuhan sekalipun. Penderitaan dapat menjadi hal yang diijinkan TUHAN untuk menguji sejauh mana Iman Umat-Nya. Penderitaan yang dialami oleh Umat Tuhan di Tesalonika mungkin dapat dialami Jemaat Tuhan masa kini, ataupun bentuk dan sumber penderitaan bisa berbeda namun Rahasia untuk memiliki Iman yang Kokoh di Dalam Penderitaan tetap sama yakni: Mendengar dan Percaya kepada Firman Allah yang diberitakan, Tetap TAAT kepada TUHAN dalam Penderitaan, dan Tetap Sabar dalam Penderitaan. Kiranya TUHAN menolong Umat-Nya Untuk selalu setia kepada-Nya dalam segala keadaan.

PENDERITAAN YA, KESULITAN HIDUP YA,
IMAN TETAP KOKOH KEPADA TUHAN YA.

Picture of GKKA Jemaat Sendawar

GKKA Jemaat Sendawar

Admin Media GKKA Indonesia Jemaat Sendawar

Disclaimer:
Beberapa bagian isi artikel di situs ini mungkin saja berasal dari berbagai sumber terbuka di internet, hak cipta sepenuhnya dimiliki oleh pemilik aslinya. Proses keberatan silahkan hubungi kami untuk penghapusan atau atribusi yang sesuai.

2 Comments

Kolom Komentar!

Berkomentar sesuai Pedoman Kami

Artikel Terbaru

Berharap kepada Tuhan yang Memulihkan

Ketika kita berseru dalam doa, Tuhan tidak hanya mendengar tetapi juga siap memulihkan dan menyatakan perkara besar. Lewat Yeremia 33:3, Dia mengundang kita untuk datang dengan iman. Di tengah ketidakpastian, percayalah bahwa jawaban-Nya akan menyingkapkan jalan keluar luar biasa yang tak terpahami.

Tetap Setia sampai Garis Akhir

Kesetiaan sejati dibuktikan dengan bertahan menuntaskan misi kehidupan bersama Tuhan. Sesuai 2 Timotius 4:7, kita dipanggil untuk menyelesaikan pertandingan iman dengan tangguh hingga garis akhir. Jangan menyerah di tengah jalan; tetaplah memelihara iman dan integritas di dalam setiap prosesnya.

Memilih Hikmat dalam Setiap Langkah

Menemukan hikmat Tuhan berarti menemukan esensi kehidupan dan perkenanan-Nya. Berdasarkan Amsal 8:35, setiap keputusan yang diambil dengan hikmat akan menuntun kita pada jalan yang benar dan mendatangkan berkat. Mintalah selalu tuntunan-Nya agar setiap langkah kita selaras dengan kehendak Allah.

Memuliakan Tuhan dalam Setiap Keadaan

Pujian kepada Tuhan tidak boleh terhenti oleh situasi, melainkan harus terus dinaikkan setiap hari. Mazmur 96:2 mengajak kita untuk konsisten memuji nama-Nya dan giat membagikan kabar keselamatan. Saat kita bersaksi melalui perkataan dan perbuatan, kita sedang memuliakan Allah di setiap keadaan.

Tuhan Mampu Memakai Masa Sulit untuk Membentuk Kita

Masa-masa sulit sering kali menjadi alat di tangan Tuhan membentuk karakter kita. Yeremia 24:7, Dia berjanji memberikan hati yang baru untuk mengenal-Nya lebih lagi. Ujian hidup bukanlah tanda penolakan, tetapi cara Dia membawa kita kembali bertobat dengan segenap hati menjadi umat kesayangan-Nya.

Buat tulisan Anda sendiri seperti Artikel, Kesaksian, Renungan Rohani, Khotbah, Berita dan lain sebagainya.

“Karena kamu menulis, suaramu takkan padam ditelan angin, akan selalu abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari”.
— Pramoedya Ananta Toer
Menulis
Pilih dan Bagikan Pengalamanmu
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Email

Pencarian

Baca Artikel Terbaru