Menu Tutup
Jangan Mengeraskan Hati Terhadap Tuhan
Berjalan mengikuti rencana sendiri tanpa Tuhan hanya akan membawa kita pada jalan yang buntu. Jangan biarkan kedegilan hati menjauhkan kita dari tuntunan-Nya. Mari melembutkan hati untuk mendengarkan suara Tuhan dan taat pada rancangan-Nya yang mendatangkan kebaikan. #Renungan #Mazmur

Mazmur 81:12 (TB) “Sebab itu Aku membiarkan dia dalam kedegilan hatinya; biarlah mereka berjalan mengikuti rencana mereka sendiri!”

Dalam perjalanan hidup, manusia sering kali merasa bahwa dirinya paling mengetahui apa yang terbaik. Kita membuat rencana, mengambil keputusan, dan menjalani kehidupan berdasarkan pengalaman serta pemikiran sendiri.

Namun tanpa disadari, ketika kita mulai mengabaikan suara Tuhan, hati kita dapat perlahan menjadi keras terhadap kehendak-Nya.

Mazmur 81 menjadi sebuah pengingat bahwa Tuhan menginginkan umat-Nya hidup dalam hubungan yang dekat dengan-Nya. Namun, salah satu persoalan terbesar manusia adalah ketika hati tidak lagi peka terhadap arahan Tuhan. Bukan karena Tuhan berhenti berbicara, tetapi karena manusia mulai memilih untuk tidak mendengarkan.

Dalam ayat ini, Tuhan menunjukkan akibat dari hati yang terus menolak tuntunan-Nya. Ketika seseorang tetap memilih jalannya sendiri, Tuhan membiarkan manusia berjalan sesuai dengan keinginannya. Ini menunjukkan bahwa Tuhan memberikan manusia kehendak bebas, tetapi setiap pilihan tetap memiliki konsekuensi.

Kedegilan hati bukan terjadi dalam satu hari. Sering kali dimulai dari hal-hal kecil: mengabaikan firman Tuhan, membenarkan diri sendiri, tidak mau menerima teguran, atau merasa bahwa cara kita lebih baik daripada cara Tuhan.

Padahal Tuhan selalu memiliki tujuan yang baik dalam setiap tuntunan-Nya. Perintah Tuhan bukan untuk membatasi kehidupan manusia, tetapi untuk menjaga agar manusia tetap berjalan dalam jalan yang benar.

Ketika seseorang menjauh dari Tuhan, sebenarnya ia sedang kehilangan arah dan perlindungan yang Tuhan sediakan.

Hari ini, kita perlu memeriksa hati kita. Apakah kita masih memiliki hati yang mau mendengar suara Tuhan? Apakah kita masih mau dikoreksi ketika Tuhan menunjukkan kesalahan kita? Atau kita mulai mengikuti rencana sendiri tanpa melibatkan Tuhan?

Mari belajar memiliki hati yang lembut di hadapan Tuhan. Jangan biarkan kesibukan, keberhasilan, atau keinginan pribadi membuat kita semakin jauh dari-Nya. Tuhan tidak mencari manusia yang sempurna, tetapi hati yang mau dibentuk dan diarahkan oleh-Nya.

Sebab kehidupan yang benar bukanlah ketika kita berhasil menjalankan semua rencana kita, tetapi ketika kita berjalan dalam rencana Tuhan dan tetap peka terhadap suara-Nya.

“Salah satu bentuk penghakiman yang paling serius adalah ketika manusia bersikeras memilih jalannya sendiri dan akhirnya Allah membiarkannya mengalami akibat dari pilihannya.” — Billy Graham

Picture of Ev. Sopiana Djadie, S.Th

Ev. Sopiana Djadie, S.Th

Penginjil pada Gereja Kebangunan Kalam Allah Indonesia Jemaat Sendawar.

Disclaimer:
Beberapa bagian isi artikel di situs ini mungkin saja berasal dari berbagai sumber terbuka di internet, hak cipta sepenuhnya dimiliki oleh pemilik aslinya. Proses keberatan silahkan hubungi kami untuk penghapusan atau atribusi yang sesuai.

Kolom Komentar!

Berkomentar sesuai Pedoman Kami

Artikel Terbaru

Berharap kepada Tuhan yang Memulihkan

Ketika kita berseru dalam doa, Tuhan tidak hanya mendengar tetapi juga siap memulihkan dan menyatakan perkara besar. Lewat Yeremia 33:3, Dia mengundang kita untuk datang dengan iman. Di tengah ketidakpastian, percayalah bahwa jawaban-Nya akan menyingkapkan jalan keluar luar biasa yang tak terpahami.

Tetap Setia sampai Garis Akhir

Kesetiaan sejati dibuktikan dengan bertahan menuntaskan misi kehidupan bersama Tuhan. Sesuai 2 Timotius 4:7, kita dipanggil untuk menyelesaikan pertandingan iman dengan tangguh hingga garis akhir. Jangan menyerah di tengah jalan; tetaplah memelihara iman dan integritas di dalam setiap prosesnya.

Memilih Hikmat dalam Setiap Langkah

Menemukan hikmat Tuhan berarti menemukan esensi kehidupan dan perkenanan-Nya. Berdasarkan Amsal 8:35, setiap keputusan yang diambil dengan hikmat akan menuntun kita pada jalan yang benar dan mendatangkan berkat. Mintalah selalu tuntunan-Nya agar setiap langkah kita selaras dengan kehendak Allah.

Memuliakan Tuhan dalam Setiap Keadaan

Pujian kepada Tuhan tidak boleh terhenti oleh situasi, melainkan harus terus dinaikkan setiap hari. Mazmur 96:2 mengajak kita untuk konsisten memuji nama-Nya dan giat membagikan kabar keselamatan. Saat kita bersaksi melalui perkataan dan perbuatan, kita sedang memuliakan Allah di setiap keadaan.

Tuhan Mampu Memakai Masa Sulit untuk Membentuk Kita

Masa-masa sulit sering kali menjadi alat di tangan Tuhan membentuk karakter kita. Yeremia 24:7, Dia berjanji memberikan hati yang baru untuk mengenal-Nya lebih lagi. Ujian hidup bukanlah tanda penolakan, tetapi cara Dia membawa kita kembali bertobat dengan segenap hati menjadi umat kesayangan-Nya.

Buat tulisan Anda sendiri seperti Artikel, Kesaksian, Renungan Rohani, Khotbah, Berita dan lain sebagainya.

“Karena kamu menulis, suaramu takkan padam ditelan angin, akan selalu abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari”.
— Pramoedya Ananta Toer
Menulis
Pilih dan Bagikan Pengalamanmu
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Email

Pencarian

Baca Artikel Terbaru