Menu Tutup
LAI Luncurkan Alkitab Digital
lembaga alkitab indonesia

LAI Meluncurkan Alkitab Digital dan Alkitab Hidup Sejahtera Berkeadilan

BOGOR,PGI.OR.ID-Bertepatan dengan perayaan HUT ke 64, Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) meluncurkan dua produk terbarunya yaitu Alkitab Digital dan Alkitab Hidup Sejahtera Berkeadilan, di Wisma Kinasih, Caringin, Bogor, Jumat (9/2). Acara peluncuran tersebut tidak hanya disaksikan oleh seluruh keluarga besar LAI, tetapi juga peserta Konsultasi Nasional Revisi Alkitab Terjemahan Baru.

Pada kesempatan itu, Drs. Saefudin, Msi, Kepala Departemen Penyebaran dan Pemasaran LAI menjelaskan, untuk dapat menggunakan Alkitab Digital LAI langkah pertama yang harus dilakukan yaitu mendoanloadnya dan login. Setelah proses tersebut dilakukan barulah kita dapat menggunakan semua konten yang ada secara gratis.

Alkitab Digital LAI, lanjut Saefudin, dilengkapi dengan sejumlah fitur unggulan seperti audio-video di setiap pasal, gambar ilustrasi, artikel, kidung yang dilengkapi dengan partitur, dan wiblika.  Fitur lain yaitu bookmark, yang fungsinya untuk menandai, mewarnai, mengcopy, dan menshare ayat.  “Dengan berbagai vitur yang ada, maka dengan demikian Alkitab Digital LAI sebenarnya adalah edisi studi yang disajikan secara digital. Selain itu, tidak hanya dapat digunakan oleh orang dewasa, tetapi juga anak-anak karena bisa menjadi alat peraga ketika mengajar Sekolah Minggu,” katanya.
“Maka sejak Sidang Raya United Bible Society di Medran, Afrika Selatan, tahun 2000, lembaga-lembaga alkitab sampai kepada satu kesadaran mengakui karena dunia kita sudah sangat berubah tibalah waktunya untuk menghadirkan firman ini dengan bahan-bahan yang menjembatani antara teks pada masa lalu, dengan konteks hidup kita kini. Maka itulah sebabnya atas permintaan yang bertubi-tubi kepada LAI oleh pembaca Alkitab Indonesia selama puluhan, maka tahun 2010 melalui proses yang cukup panjang LAI untuk pertamakalinya menerjemahkan Alkitab Edisi Studi. Kemudian tahun 2015, diterbitkanlah Alkitab Edisi Finansial. Dan tiga tahun kemudian, pada tahun ini, kita menyadari dalam konteks NKRI, betapa pentingnya isu-isu keadilan, kesejahteraan, soal lingkungan, masalah korupsi, berbagai hal yangmenyangkut segi-segi sosio-politik, kehidupan kita. Maka terbitlah Alkitab Hidup Sejahtera Berkeadilan,” papar Anwar.Sementara itu, terkait Alkitab Hidup Sejahtera Berkeadilan, Pdt. Anwar Tjen, PhD, Kepala Departemen Penerjemahan LAI mengungkapkan, penerbitan Alkitab tersebut dilatarbelakangi oleh adanya kesadaran, khususnya menjelang abad 20, bahwa umat juga perlu dibantu dengan bahan-bahan pelengkap supaya apa yang dibacanya tidak saja dimengerti tetapi juga bisa menyentuh hati, dan mengubahnya.
“Dengan demikian artinya kita menghadapi tantangan era digital itu sebagai peluang, bukan sebagai ancaman. Karena bagaimana pun ini memang banyak media-media cetak dan sebaginya, toko buku atau percetakan yang saya dengar makin mengalami penurunan omset. LAI juga mengalami hal yang sama,” katanya kepada wartawan.Pdt. Dr. Ishak Pamumbu Lambe, Ketua Umum Yayasan LAI menyambut baik diluncurkannya kedua produk baru tersebut. Menurutnya, dengan adanya Alkitab Digital menunjukkan bahwa LAI menyambut perkembangan digitalisasi, dan melihatnya sebagai suatu kesempatan yang baik supaya firman Allah itu lebih cepat, mudah dan bisa menjangkau banyak orang.

Sedangkan Alkitab Hidup Sejahtera Berkeadilan, Lambe mengaku sebagai upaya untuk mengajak semua orang, khususnya orang Kristen, atau gereja-gereja, untuk mengadrees persoalan-persoalan keadilan yang kita alami di negeri ini. “Jadi untuk melakukan keadilan, untuk menegakkan kesejahteraan mengupayakan semua orang sejahtera tentu kita pakai ilmu atau pengetahuan kertampilan, tetapi yang paling inti ialah bagaimana orang berakar di firman Tuhan supaya dari situ dia akan termotivasi dan dicerahkan akal budinya untuk melakukan keadilan dan kesejahteraan bagi semua orang,” jelasnya.

Lambe berharap, jemaat atau gereja-gereja dapat memanfaatkan kedua produk ini sebaik-baiknya. Walaupun diakui, satu hal yang dialami LAI, banyak orang atau kelompok-kelompok yang dengan begitu saja mengcopyrigt produk dari LAI, dan menyebarkannya. “LAI memang bukan yang menciptakan Alkitab, tetapi LAI bekerja menerjemahkan Alkitab ini kedalam bahasa Indonesia, dan berbagai bahasa. Disitulah copyright dari LAI. Kalau mau menyebarkan Alkitab itu memang perbuatan baik, tetapi perbuatan baik itu juga harus dilakukan melalui prosedur yang baik,” tandasnya.

 

Sumber : PGI

Picture of GKKA Jemaat Sendawar

GKKA Jemaat Sendawar

Admin Media GKKA Indonesia Jemaat Sendawar

Disclaimer:
Beberapa bagian isi artikel di situs ini mungkin saja berasal dari berbagai sumber terbuka di internet, hak cipta sepenuhnya dimiliki oleh pemilik aslinya. Proses keberatan silahkan hubungi kami untuk penghapusan atau atribusi yang sesuai.

Kolom Komentar!

Berkomentar sesuai Pedoman Kami

Artikel Terbaru

Berharap kepada Tuhan yang Memulihkan

Ketika kita berseru dalam doa, Tuhan tidak hanya mendengar tetapi juga siap memulihkan dan menyatakan perkara besar. Lewat Yeremia 33:3, Dia mengundang kita untuk datang dengan iman. Di tengah ketidakpastian, percayalah bahwa jawaban-Nya akan menyingkapkan jalan keluar luar biasa yang tak terpahami.

Tetap Setia sampai Garis Akhir

Kesetiaan sejati dibuktikan dengan bertahan menuntaskan misi kehidupan bersama Tuhan. Sesuai 2 Timotius 4:7, kita dipanggil untuk menyelesaikan pertandingan iman dengan tangguh hingga garis akhir. Jangan menyerah di tengah jalan; tetaplah memelihara iman dan integritas di dalam setiap prosesnya.

Memilih Hikmat dalam Setiap Langkah

Menemukan hikmat Tuhan berarti menemukan esensi kehidupan dan perkenanan-Nya. Berdasarkan Amsal 8:35, setiap keputusan yang diambil dengan hikmat akan menuntun kita pada jalan yang benar dan mendatangkan berkat. Mintalah selalu tuntunan-Nya agar setiap langkah kita selaras dengan kehendak Allah.

Memuliakan Tuhan dalam Setiap Keadaan

Pujian kepada Tuhan tidak boleh terhenti oleh situasi, melainkan harus terus dinaikkan setiap hari. Mazmur 96:2 mengajak kita untuk konsisten memuji nama-Nya dan giat membagikan kabar keselamatan. Saat kita bersaksi melalui perkataan dan perbuatan, kita sedang memuliakan Allah di setiap keadaan.

Tuhan Mampu Memakai Masa Sulit untuk Membentuk Kita

Masa-masa sulit sering kali menjadi alat di tangan Tuhan membentuk karakter kita. Yeremia 24:7, Dia berjanji memberikan hati yang baru untuk mengenal-Nya lebih lagi. Ujian hidup bukanlah tanda penolakan, tetapi cara Dia membawa kita kembali bertobat dengan segenap hati menjadi umat kesayangan-Nya.

Buat tulisan Anda sendiri seperti Artikel, Kesaksian, Renungan Rohani, Khotbah, Berita dan lain sebagainya.

“Karena kamu menulis, suaramu takkan padam ditelan angin, akan selalu abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari”.
— Pramoedya Ananta Toer
Menulis
Pilih dan Bagikan Pengalamanmu
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Email

Pencarian

Baca Artikel Terbaru