Menu Tutup
Tuhan Atas Alam Semesta Bagi Umat-Nya
Tuhan yang disembah Pemazmur juga yang disembah umat-Nya saat ini, yakni Pencipta yang tiada tara dan pemilik serta Pemelihara Umat-Nya...

Oleh : Pdt. Nelson Neno, MA 
Mazmur 107 : 23 – 32 

Mazmur ini menasehati orang tertebus untuk memuji TUHAN karena lepas dari situasi yang parah dan berbahaya.

Dalam mazmur ini, pemazmur menggunakan empat contoh untuk melukiskan bahwa Allah menanggapi kesulitan-kesulitan ekstrim umat-Nya manakala mereka berdoa: lapar dan dahaga (1-9), perhambaan (10-16), sakit parah hingga nyaris meninggal (17-22), dan bahaya badai di laut (23-32).

Mazmur ini relevan sekarang ini bagi semua orang percaya yang dalam kesesakan dan penderitaan berseru kepada Tuhan; itu membangun iman dan mendorong kita selama saat-saat kita memerlukan campur tangan Allah secara khusus di dalam kehidupan kita.

Tuhan adalah Allah atas alam semesta. Kuasa-Nya dinyatakan di tengah-tengah samudera raya (23-29). Di berbagai keadaan alam, Tuhan menunjukkan kuasa dan mukjizat-Nya demi kebaikan umat-Nya (29-30).

Mazmur 107:23-32 ini mengemukakan kebenaran-kebenaran yang patut diketahui dan dipercaya oleh umat Tuhan masa kini yakni:

1. Keadilan Tuhan (Mazmur 107:23-27)
Banyak orang (pribadi maupun kelompok masyarakat) yang cenderung menganggap bahwa alam adalah pemegang kekuasaan tertinggi. Misalnya, ada masyarakat tertentu yang meyakini bahwa bencana alam tidak akan terjadi bila mereka telaten dan setia pada penguasa alam. Keadaan ini menunjukkan kegagalan mereka melihat penguasa atas alam yang sejati.

Ada dua hal yang ingin diluruskan pemazmur: (1) Tuhan aktif menunjukkan kuasa-Nya melalui intervensi (campur tangan) nyata yang seringkali di luar dugaan manusia dan melampaui akal pikiran manusia; (2) Tuhan memihak yang lemah, rendah hati, bukan yang sombong dan tinggi hati (40-41).

Kenyataan ini mendorong kita untuk percaya secara aktif kepada kemahakuasaan Tuhan yang senantiasa dinyatakan sesuai keadilan-Nya. Keadilan TUHAN mendatangkan sukacita bagi orang benar (42), karena orang yang tunduk pada-Nya dan bersikap rendah hati akan menerima kemurahan-Nya yang berlimpah-limpah.

2. Pemeliharaan Tuhan (Mazmur 107:28-29)
Alkitab menyaksikan bahwa Allah tidak hanya Allah atas Umat tebusan-Nya, tetapi juga atas seluruh alam semesta ini.

Catatan Alkitab tentang kisah penciptaan pertama sampai penciptaan baru nanti menunjukkan bahwa alam semesta berasal dari Allah, adalah milik Allah dan berada di bawah kendali Allah. Namun, pada kenyataannya, dunia ini tidak saja indah dan harmonis, tetapi bisa juga menjadi liar dan menimbulkan malapetaka yang mengerikan. Reaksi orang terhadap kenyataan bahwa kekuatan-kekuatan alam ini ada diluar kontrol-nya adalah tidak sama.

Sejak dahulu sampai sekarang, manusia cenderung menyembah hal-hal yang tidak dapat dikuasainya. Allah mengatur irama perputaran alam bahkan juga perjalanan sejarah. kedahsyatan alam semesta hanyalah sebagian kecil ungkapan kekuasaan Allah. Oleh karena itu, sebagai umat Tuhan harus bergantung kepada Allah, bukan menyembah kekuatan lain.

Dikala menghadapi fenomena alam yang mengancam dan berbahaya, umat Tuhan hendaknya meminta pertolongan kepada TUHAN sang pencipta dan penguasa alam semesta, karena meminta pertolongan kepada TUHAN berarti mengakui kelemahan dan mengungkapkan keinginan untuk masuk dalam tangan kuasa kekal TUHAN pemelihara umat.

3. Nyanyian Sukacita Umat (Mazmur 107:1-3, 30-32)
Seorangpun tidak sanggup mengukur kekuasaan TUHAN. Kekuasaan TUHAN melebihi segala ciptaan-Nya di bumi. Binatang yang paling perkasa bukanlah tandingan-Nya, alam yang ganas bukanlah penakluk-Nya, bahkan manusia yang paling pintar pun bukan saingan-Nya.

Karena itu, berbahagialah manusia yang menjadi umat-Nya.

Gambaran jelas kasih setia TUHAN atas umat-Nya pada perikop sebelum nats ini dilanjutkan dengan ayat 23-32.

Ada yang menafsirkan bahwa mungkin peristiwa Yunus melarikan diri ke Tarsis adalah yang dirujuk oleh Pemazmur (Yun. 1). Kasih setia Tuhan pada Yunus dan orang-orang di kapal yang menyelamatkan mereka dari amukan laut ganas. Pemazmur menggambarkan kekuasaan TUHAN itu dinyatakan lewat firman-Nya ayat 25: “Ia berfirman, maka dibangkitkan-Nya angin badai yang meninggikan gelombang-gelombangnya”.

Perikop ini juga merefleksikan perbuatan-perbuatan ajaib TUHAN yang dilakukan demi kasih setia-Nya kepada umat. Gereja yang adalah umat Tuhan masa kini pun diingatkan Untuk terus mensyukuri kebaikan-kebaikan Tuhan yang dinyatakan secara luar biasa.

Kesimpulan:
TUHAN yang disembah pemazmur adalah TUHAN yang disembah umat-Nya saat ini, yakni pencipta yang tiada tara dan pemilik serta pemelihara umat-Nya.

Semesta dengan segala fenomenanya dapat mengancam dan membayakan manusia dan umat-Nya, namun itu dapat tidak terjadi karena: keadilan TUHAN yang hendak dinyatakan bagi umat, karena pemeliharaan-Nya dan demi keselamatan umat yang sedang, dan akan senantiasa bersukacita dan bersyukur serta senantiasa percaya kepada Tuhan dan menyaksikan kebesaran DIA atas alam semesta yang paling berbahaya sekalipun.

Picture of Pdt. DR. Nelson Neno, M.Th

Pdt. DR. Nelson Neno, M.Th

Gembala Sidang GKKA Indonesia Jemaat Sendawar

Disclaimer:
Beberapa bagian isi artikel di situs ini mungkin saja berasal dari berbagai sumber terbuka di internet, hak cipta sepenuhnya dimiliki oleh pemilik aslinya. Proses keberatan silahkan hubungi kami untuk penghapusan atau atribusi yang sesuai.

Kolom Komentar!

Berkomentar sesuai Pedoman Kami

Artikel Terbaru

Berharap kepada Tuhan yang Memulihkan

Ketika kita berseru dalam doa, Tuhan tidak hanya mendengar tetapi juga siap memulihkan dan menyatakan perkara besar. Lewat Yeremia 33:3, Dia mengundang kita untuk datang dengan iman. Di tengah ketidakpastian, percayalah bahwa jawaban-Nya akan menyingkapkan jalan keluar luar biasa yang tak terpahami.

Tetap Setia sampai Garis Akhir

Kesetiaan sejati dibuktikan dengan bertahan menuntaskan misi kehidupan bersama Tuhan. Sesuai 2 Timotius 4:7, kita dipanggil untuk menyelesaikan pertandingan iman dengan tangguh hingga garis akhir. Jangan menyerah di tengah jalan; tetaplah memelihara iman dan integritas di dalam setiap prosesnya.

Memilih Hikmat dalam Setiap Langkah

Menemukan hikmat Tuhan berarti menemukan esensi kehidupan dan perkenanan-Nya. Berdasarkan Amsal 8:35, setiap keputusan yang diambil dengan hikmat akan menuntun kita pada jalan yang benar dan mendatangkan berkat. Mintalah selalu tuntunan-Nya agar setiap langkah kita selaras dengan kehendak Allah.

Memuliakan Tuhan dalam Setiap Keadaan

Pujian kepada Tuhan tidak boleh terhenti oleh situasi, melainkan harus terus dinaikkan setiap hari. Mazmur 96:2 mengajak kita untuk konsisten memuji nama-Nya dan giat membagikan kabar keselamatan. Saat kita bersaksi melalui perkataan dan perbuatan, kita sedang memuliakan Allah di setiap keadaan.

Tuhan Mampu Memakai Masa Sulit untuk Membentuk Kita

Masa-masa sulit sering kali menjadi alat di tangan Tuhan membentuk karakter kita. Yeremia 24:7, Dia berjanji memberikan hati yang baru untuk mengenal-Nya lebih lagi. Ujian hidup bukanlah tanda penolakan, tetapi cara Dia membawa kita kembali bertobat dengan segenap hati menjadi umat kesayangan-Nya.

Buat tulisan Anda sendiri seperti Artikel, Kesaksian, Renungan Rohani, Khotbah, Berita dan lain sebagainya.

“Karena kamu menulis, suaramu takkan padam ditelan angin, akan selalu abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari”.
— Pramoedya Ananta Toer
Menulis
Pilih dan Bagikan Pengalamanmu
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Email

Pencarian

Baca Artikel Terbaru